alexametrics
24 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Produksi Garam di Kabupaten Probolinggo Masih Jauh dari Target

DRINGU, Radar Bromo – Capaian produksi garam di Kabupaten Probolinggo, masih jauh dari target. Tahun ini targetnya 22.000 ton. Namun, sejauh ini baru berhasil memproduksi 83 ton. Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, pun terus berupaya menggenjot produksinya.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengatakan, 83 ton garam itu merupakan panen dari petambak di Kecamatan Kraksaan. Di wilayah lain baru mengawali produksi, karena sebelumnya gagal produksi.

“Sebenarnya petambak garam di sekitar pantura sudah mulai produksi. Karena hujan, maka tidak terjadi pengkristalan garam,” katanya.

Sejauh ini petambah garam di Kabupaten Probolinggo, masih mengandalkan cuaca. Cuaca sangat mempengaruhi produksi dan kualitas garam. Dalam prosesnya tidak boleh terkena hujan. Sebab, akan membuat butiran kembali mencair.

Di Kabupaten Probolinggo, ada sejumlah kecamatan penghasil garam. Di antaranya, Kecamatan Gending, Pajarakan, Kraksaan, dan Paiton. “Petambak sebelum memproduksi sudah membaca cuaca. Kadang cuaca yang sudah diprediksikan baik, ternyata meleset,” ujarnya.

Tahun ini, Dinas Perikanan menarget bisa memproduksi 22.000 ton garam. Untuk mencapainya, salah satunya memperluas tambak garam yang mengunakan geomembran.

“Seharusnya bulan Mei sudah ada yang produksi, karena cuaca tidak mendukung, mundur. Kami prediksikan bulan Agustus dan September, sudah terjadi lonjakan produksi garam,” ujar Hari. (ar/rud)

DRINGU, Radar Bromo – Capaian produksi garam di Kabupaten Probolinggo, masih jauh dari target. Tahun ini targetnya 22.000 ton. Namun, sejauh ini baru berhasil memproduksi 83 ton. Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, pun terus berupaya menggenjot produksinya.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengatakan, 83 ton garam itu merupakan panen dari petambak di Kecamatan Kraksaan. Di wilayah lain baru mengawali produksi, karena sebelumnya gagal produksi.

“Sebenarnya petambak garam di sekitar pantura sudah mulai produksi. Karena hujan, maka tidak terjadi pengkristalan garam,” katanya.

Sejauh ini petambah garam di Kabupaten Probolinggo, masih mengandalkan cuaca. Cuaca sangat mempengaruhi produksi dan kualitas garam. Dalam prosesnya tidak boleh terkena hujan. Sebab, akan membuat butiran kembali mencair.

Di Kabupaten Probolinggo, ada sejumlah kecamatan penghasil garam. Di antaranya, Kecamatan Gending, Pajarakan, Kraksaan, dan Paiton. “Petambak sebelum memproduksi sudah membaca cuaca. Kadang cuaca yang sudah diprediksikan baik, ternyata meleset,” ujarnya.

Tahun ini, Dinas Perikanan menarget bisa memproduksi 22.000 ton garam. Untuk mencapainya, salah satunya memperluas tambak garam yang mengunakan geomembran.

“Seharusnya bulan Mei sudah ada yang produksi, karena cuaca tidak mendukung, mundur. Kami prediksikan bulan Agustus dan September, sudah terjadi lonjakan produksi garam,” ujar Hari. (ar/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/