24.7 C
Probolinggo
Sunday, June 11, 2023

Jejak Sekolah Pertama Warga Tionghoa di SMAN 1 Pasuruan

KOTA Pasuruan sejak dulu sampai sekarang dihuni multi etnis. Bahkan sebelum Indonesia Merdeka, Kota Pasuruan sudah menjadi tempat tinggal bagi warga lokal, keturunan Tionghoa hingga Arab. Peninggalannya juga semenjak dulu, masih bertahan sampai sekarang. Salah satunya SMAN Negeri 1 Pasuruan yang berada di Jalan Soekarno Hatta.

Dahulu namanya Tiong Hwa Hwee Kan (THHK) yang didirikan tahun 1904. Ihwal berdirinya THHK erat kaitannya dengan keberadaan Kelenteng Tjoe Tik Kiong di Jalan Lombok. Saat itu warga Tionghoa yang merantau ke Pasuruan, ingin anak-anak memperoleh pendidikan maju.

Namun saat itu, aktivitas pendidikan baru digelar di kelenteng. Warga Tionghoa begitu antusias untuk menyekolahkan anaknya. Supaya mereka tidak melupakan budayanya maupun demi kepentingan generasi penerus.

Baca Juga:  Graha Sanika Satyawada yang Dulunya Sekolah Pendidikan Guru di Era Belanda

Bagus Amrulloh Eri Pradana Guru Sejarah SMA N 1 Pasuruan mengatakan, awal perencanaan pembangunan THHK terjadi di tahun 1903 hingga 9 Mei 1904. Selain di kelenteng, aktivitas warga Tionghoa banyak dilakukan di Gedung Woloe yang berlokasi di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Gadingrejo.

Kala itu para bangsawan Tionghoa kerap berkumpul. Bahkan beberapa tokoh Tionghoa dari tanah, sering berkunjung. Salah satunya King You Wei seorang reformis Dinasti Qing ke Pasuruan.

SETELAH KEMERDEKAAN: Sejumlah siswa dan siswi warga keturunan Tionghoa di Tiong Howa Hwee Kan Pasuruan yang saat itu sudah berubah nama menjadi Sekolah Rendah-Menengah Tionghua Pasuruan. (Istimewa)

KOTA Pasuruan sejak dulu sampai sekarang dihuni multi etnis. Bahkan sebelum Indonesia Merdeka, Kota Pasuruan sudah menjadi tempat tinggal bagi warga lokal, keturunan Tionghoa hingga Arab. Peninggalannya juga semenjak dulu, masih bertahan sampai sekarang. Salah satunya SMAN Negeri 1 Pasuruan yang berada di Jalan Soekarno Hatta.

Dahulu namanya Tiong Hwa Hwee Kan (THHK) yang didirikan tahun 1904. Ihwal berdirinya THHK erat kaitannya dengan keberadaan Kelenteng Tjoe Tik Kiong di Jalan Lombok. Saat itu warga Tionghoa yang merantau ke Pasuruan, ingin anak-anak memperoleh pendidikan maju.

Namun saat itu, aktivitas pendidikan baru digelar di kelenteng. Warga Tionghoa begitu antusias untuk menyekolahkan anaknya. Supaya mereka tidak melupakan budayanya maupun demi kepentingan generasi penerus.

Baca Juga:  Face Off Gedung Pancasila Masuk Usulan

Bagus Amrulloh Eri Pradana Guru Sejarah SMA N 1 Pasuruan mengatakan, awal perencanaan pembangunan THHK terjadi di tahun 1903 hingga 9 Mei 1904. Selain di kelenteng, aktivitas warga Tionghoa banyak dilakukan di Gedung Woloe yang berlokasi di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Gadingrejo.

Kala itu para bangsawan Tionghoa kerap berkumpul. Bahkan beberapa tokoh Tionghoa dari tanah, sering berkunjung. Salah satunya King You Wei seorang reformis Dinasti Qing ke Pasuruan.

SETELAH KEMERDEKAAN: Sejumlah siswa dan siswi warga keturunan Tionghoa di Tiong Howa Hwee Kan Pasuruan yang saat itu sudah berubah nama menjadi Sekolah Rendah-Menengah Tionghua Pasuruan. (Istimewa)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru