24.7 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

SMPN 2 Kota Probolinggo Libatkan Partisipasi Siswa dalam Kegiatan

Siswa SMPN 2 Kota Probolinggo tidak hanya dilibatkan dalam proses belajar mengajar. Mereka dilibatkan dalam setiap program sekolah. Seperti dalam bidang inovasi dan wirausaha. Salah satunya cara membatik.

——————————————————————————————————

SMPN 2 Kota Probolinggo memiliki sebuah gerai batik. Isinya sejumlah kain batik dan pakaian batik karya para siswa. Bahkan, karya para pelajar itu diperjualbelikan untuk umum.

Hal ini terungkap dalam kunjungan tim juri Anugerah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Award 2022, gelaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo kemarin (24/11). Salah satu anggota tim juri, Endang Sulistiowati diajak melihat inovasi sekolah. Salah satunya Gerai Batik Spero dan Green House.

Kepala SMPN 2 Kota Proobolinggo Sandi Purwanto mendampingi secara langsung. Di Gerai Batik Spero, juri diperlihatkan sejumlah kain batik dan baju batik karya siswa. “Khusus Rabu dan Kamis, siswa bisa menggunakan baju batik buatannya sebagai seragam sekolah. Bagi siswa yang tidak punya, bisa menggunakan seragam putih biru seperti biasa,” ujar Sandi.

Salah satu siswa yang membuat kain batik itu adalah Muhammad. Ia mengatakan, pembuatan baju batik mudah jika dilateni. Caranya, melipat kain jadi dua bagian, lalu lipatan ini diikat dengan karet. Tujuannya, untuk membentuk motif warna putihnya.

“Paling sekitar dua jam. Yang lama menunggu kering, sehingga bisa digunakan. Kurang lebih butuh empat hari,” katanya.

Usai melihat-lihat batik di gerai, Endang diajak melihat Green House. Di sana terdapat sejumlah tanaman yang ditanam siswa. Mulai dari bayam, terong, hingga kacang panjang. Seluruh tanaman ini menggunakan kompos.

Siswa SMPN 2 Kota Probolinggo tidak hanya dilibatkan dalam proses belajar mengajar. Mereka dilibatkan dalam setiap program sekolah. Seperti dalam bidang inovasi dan wirausaha. Salah satunya cara membatik.

——————————————————————————————————

SMPN 2 Kota Probolinggo memiliki sebuah gerai batik. Isinya sejumlah kain batik dan pakaian batik karya para siswa. Bahkan, karya para pelajar itu diperjualbelikan untuk umum.

Hal ini terungkap dalam kunjungan tim juri Anugerah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Award 2022, gelaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo kemarin (24/11). Salah satu anggota tim juri, Endang Sulistiowati diajak melihat inovasi sekolah. Salah satunya Gerai Batik Spero dan Green House.

Kepala SMPN 2 Kota Proobolinggo Sandi Purwanto mendampingi secara langsung. Di Gerai Batik Spero, juri diperlihatkan sejumlah kain batik dan baju batik karya siswa. “Khusus Rabu dan Kamis, siswa bisa menggunakan baju batik buatannya sebagai seragam sekolah. Bagi siswa yang tidak punya, bisa menggunakan seragam putih biru seperti biasa,” ujar Sandi.

Salah satu siswa yang membuat kain batik itu adalah Muhammad. Ia mengatakan, pembuatan baju batik mudah jika dilateni. Caranya, melipat kain jadi dua bagian, lalu lipatan ini diikat dengan karet. Tujuannya, untuk membentuk motif warna putihnya.

“Paling sekitar dua jam. Yang lama menunggu kering, sehingga bisa digunakan. Kurang lebih butuh empat hari,” katanya.

Usai melihat-lihat batik di gerai, Endang diajak melihat Green House. Di sana terdapat sejumlah tanaman yang ditanam siswa. Mulai dari bayam, terong, hingga kacang panjang. Seluruh tanaman ini menggunakan kompos.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/