24.4 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

Ulama Libanon Minta Perkuat Akidah Ahlussunnah Waljamaah

KEDOPOK, Radar Bromo – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo, kedatangan tamu istimewa. Seorang ulama asal Libanon, Syeikh Fadi Fuad Alamuddin. Jumat (23/9) malam, ia berkunjung ke rumah Ketua MUI Kota Probolinggo, K.H. Nizar Irsyad.

Dalam kesempatan itu, ulama kelahiran Beirut, ini berpesan kepada MUI untuk menjaga akidah ahlussunnah waljamaah. Di rumah Kiai Nizar, Syekh Fadi juga ditemui sejumlah pengurus MUI Kota Probolinggo.

Selama dua jam mulai pukul 21.00, ia banyak menceritakan tenyang kondisi muslim berakidah ahlussunnah waljamaah di Libanon yang terpecah belah. Ia mengaku tidak ingin kondisi serupa terjadi di Indonesia.

Menurutnya, mayoritas muslim Libanon berakidah ahlussunnah waljamaah yang menganut paham Asy’ariah. Seperti Islam di Indonesia, mereka juga memperingati Maulid Nabi dan bertawassul melalui Nabi, Rasul, dan orang-orang saleh. Tapi, ada pula yang berpaham menyimpang.

Bahkan, ada kelompok durzi. Mereka membaca syahadat, tapi syahadatnya berbeda dengan ahlussunnah. Kalimat lailahailallah ditujukan untuk tokoh mereka Al Hakim bin Amrillah dan muhammadar rasulullah dimaksudkan kepada sosok pendiri mereka Muhammad Al Darozi.

“Ahlussunnah di Libanon, seperti terpecah belah. Mereka seperti anak yatim. Syiah, Kristen, Wahabi, dan Durzi ini di-back up kaum nasrani barat. Sementara, ahlus sunnah tidak ada yang mengurusi dan lemah,” jelasnya.

KEDOPOK, Radar Bromo – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo, kedatangan tamu istimewa. Seorang ulama asal Libanon, Syeikh Fadi Fuad Alamuddin. Jumat (23/9) malam, ia berkunjung ke rumah Ketua MUI Kota Probolinggo, K.H. Nizar Irsyad.

Dalam kesempatan itu, ulama kelahiran Beirut, ini berpesan kepada MUI untuk menjaga akidah ahlussunnah waljamaah. Di rumah Kiai Nizar, Syekh Fadi juga ditemui sejumlah pengurus MUI Kota Probolinggo.

Selama dua jam mulai pukul 21.00, ia banyak menceritakan tenyang kondisi muslim berakidah ahlussunnah waljamaah di Libanon yang terpecah belah. Ia mengaku tidak ingin kondisi serupa terjadi di Indonesia.

Menurutnya, mayoritas muslim Libanon berakidah ahlussunnah waljamaah yang menganut paham Asy’ariah. Seperti Islam di Indonesia, mereka juga memperingati Maulid Nabi dan bertawassul melalui Nabi, Rasul, dan orang-orang saleh. Tapi, ada pula yang berpaham menyimpang.

Bahkan, ada kelompok durzi. Mereka membaca syahadat, tapi syahadatnya berbeda dengan ahlussunnah. Kalimat lailahailallah ditujukan untuk tokoh mereka Al Hakim bin Amrillah dan muhammadar rasulullah dimaksudkan kepada sosok pendiri mereka Muhammad Al Darozi.

“Ahlussunnah di Libanon, seperti terpecah belah. Mereka seperti anak yatim. Syiah, Kristen, Wahabi, dan Durzi ini di-back up kaum nasrani barat. Sementara, ahlus sunnah tidak ada yang mengurusi dan lemah,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/