28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Turis Asing Mulai Kunjungi Kota Lagi, Jadi Momen Wisata Mulai Bangkit

MAYANGAN, Radar Bromo – Swark terlihat semringah dan benar-benar menikmati tarian di museum Kota Probolinggo, Selasa (24/1) pagi. Bersama ratusan wisatawan asing lainnya, pria asal Switzerland itu beberapa kali mengambil gambar dari HP-nya.

Dia juga tak sungkan untuk menikmati sajian lainnya. Mulai dari makanan dan minuman. Dia begitu bersemangat semala melancong di lokasi lainnya. Memanfaatkan waktu selagi kapal pesiar yang ditumpanginya mampir di Kota Probolinggo.

Swark mengaku, selama berkunjung ke Kota Probolinggo, dia merasa senang. Banyak tempat yang ingin dikunjunginya. Terutama yang punya nilai sejarah seperti kelenteng dan Gereja Merah. “Orangnya juga ramah-ramah. Cuma suhunya cukup panas,” ujar Swark sembari melanjutkan perjalanan.

Begitulah suasana Kota Probolinggo kemarin saat “diserbu” wisatawan asing. Kedatangan wisatawan ini sempat vakum selama pandemi. Namun kemarin, sebuah kapal pesiar kembali datang ke Kota Probolinggo untuk mampir.

Kapal pesiar berbendera Jerman ini membawa ratusan wisatawan mancanegara (wisman) dan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Tembaga. Mereka menikmati sejumlah destinasi. Mereka tertarik karena guide di kapal pesiar, sudah banyak bercerita tentang keindahan destinasi di kota.

Usai melalui pemeriksaan imigrasi di pelabuhan, kunjungan pertama City Tour ini adalah Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Sumber Naga di Kelurahan Mangunharjo. Berikutnya, berpindah ke lokasi kedua, para wisman menumpang becak menuju Gereja Merah di Jalan Suroyo dan lanjut ke Pasar Baru. Terakhir ke Museum Probolinggo.

RUTIN: Wisatawan asing melihat tarian di Museum Kota Probolinggo Selasa (24/1) pagi. Inset, kapal pesiar berbendera Jerman yang mengakut wisatawan. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

MAYANGAN, Radar Bromo – Swark terlihat semringah dan benar-benar menikmati tarian di museum Kota Probolinggo, Selasa (24/1) pagi. Bersama ratusan wisatawan asing lainnya, pria asal Switzerland itu beberapa kali mengambil gambar dari HP-nya.

Dia juga tak sungkan untuk menikmati sajian lainnya. Mulai dari makanan dan minuman. Dia begitu bersemangat semala melancong di lokasi lainnya. Memanfaatkan waktu selagi kapal pesiar yang ditumpanginya mampir di Kota Probolinggo.

Swark mengaku, selama berkunjung ke Kota Probolinggo, dia merasa senang. Banyak tempat yang ingin dikunjunginya. Terutama yang punya nilai sejarah seperti kelenteng dan Gereja Merah. “Orangnya juga ramah-ramah. Cuma suhunya cukup panas,” ujar Swark sembari melanjutkan perjalanan.

Begitulah suasana Kota Probolinggo kemarin saat “diserbu” wisatawan asing. Kedatangan wisatawan ini sempat vakum selama pandemi. Namun kemarin, sebuah kapal pesiar kembali datang ke Kota Probolinggo untuk mampir.

Kapal pesiar berbendera Jerman ini membawa ratusan wisatawan mancanegara (wisman) dan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Tembaga. Mereka menikmati sejumlah destinasi. Mereka tertarik karena guide di kapal pesiar, sudah banyak bercerita tentang keindahan destinasi di kota.

Usai melalui pemeriksaan imigrasi di pelabuhan, kunjungan pertama City Tour ini adalah Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Sumber Naga di Kelurahan Mangunharjo. Berikutnya, berpindah ke lokasi kedua, para wisman menumpang becak menuju Gereja Merah di Jalan Suroyo dan lanjut ke Pasar Baru. Terakhir ke Museum Probolinggo.

RUTIN: Wisatawan asing melihat tarian di Museum Kota Probolinggo Selasa (24/1) pagi. Inset, kapal pesiar berbendera Jerman yang mengakut wisatawan. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru