28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

BPS: Pengeluaran Warga Kota Probolnggo Per Kapita Rp 12.571.000/ Tahun

KADEMANGAN, Radar Bromo– Perekonomian di Kota Probolinggo pascapandemi Covid-19, terus membaik. Hal ini ditunjukkan dengan pengeluaran per kapita penduduk Kota Probolinggo.

Pada 2022 mencapai Rp 12.571.000. Meningkat Rp 326.000 dibanding tahun sebelumnya. Pada 2021, pengeluaran per kapita di Kota Probolinggo tercatat Rp 12.245.000.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo, sejak 2020 pengeluaran per kapita menujukkan tren naik. Pada 2020, pengeluaran Rp 12.180.000 per tahun.

Kepala BPS Kota Probolinggo Heri Sulistio mengatakan, sejak 2011 pengeluaran per kapita di Kota Probolinggo terus meningkat. Selama 11 tahun, ada kenaikan Rp 3.184.000. Pengeluaran per kapita sempat turun pada 2020 karena pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Balai Teknik Siap Bantu Wujudkan Stasiun Bayeman jadi Stasiun Transit

“Pada 2011, pengeluaran per kapita Rp 9.387.000. Pada 2020, ada tren menurun dari Rp 12.280.000 pada 2019 menjadi Rp 12.180.000,” jelasnya.

Kondisi ini memperlihatkan pemulihan ekonomi di Kota Probolinggo pascapandemi korona terus berlanjut. Meningkatnya pengeluaran per kapita menunjukkan pendapatan masyarakat semakin tinggi. Mengindikasikan daya beli masyarakat tinggi dan ekonomi yang membaik.

Namun, di sisi lain, sesuai hukum ekonomi, jika permintaan naik terlalu tinggi, bisa memicu kenaikan harga, sehingga bisa terjadi inflasi. “Pemda harus menjaga ketersediaan kebutuhan masyarakat. Utamanya kebutuhan pokok. Jika stok terbatas, bisa memicu terjadinya inflasi,” terang Heri. (riz/rud)

KADEMANGAN, Radar Bromo– Perekonomian di Kota Probolinggo pascapandemi Covid-19, terus membaik. Hal ini ditunjukkan dengan pengeluaran per kapita penduduk Kota Probolinggo.

Pada 2022 mencapai Rp 12.571.000. Meningkat Rp 326.000 dibanding tahun sebelumnya. Pada 2021, pengeluaran per kapita di Kota Probolinggo tercatat Rp 12.245.000.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo, sejak 2020 pengeluaran per kapita menujukkan tren naik. Pada 2020, pengeluaran Rp 12.180.000 per tahun.

Kepala BPS Kota Probolinggo Heri Sulistio mengatakan, sejak 2011 pengeluaran per kapita di Kota Probolinggo terus meningkat. Selama 11 tahun, ada kenaikan Rp 3.184.000. Pengeluaran per kapita sempat turun pada 2020 karena pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Duh, Sejumlah Proyek Fisik di Kota Probolinggo Telat, Ini Penyebabnya

“Pada 2011, pengeluaran per kapita Rp 9.387.000. Pada 2020, ada tren menurun dari Rp 12.280.000 pada 2019 menjadi Rp 12.180.000,” jelasnya.

Kondisi ini memperlihatkan pemulihan ekonomi di Kota Probolinggo pascapandemi korona terus berlanjut. Meningkatnya pengeluaran per kapita menunjukkan pendapatan masyarakat semakin tinggi. Mengindikasikan daya beli masyarakat tinggi dan ekonomi yang membaik.

Namun, di sisi lain, sesuai hukum ekonomi, jika permintaan naik terlalu tinggi, bisa memicu kenaikan harga, sehingga bisa terjadi inflasi. “Pemda harus menjaga ketersediaan kebutuhan masyarakat. Utamanya kebutuhan pokok. Jika stok terbatas, bisa memicu terjadinya inflasi,” terang Heri. (riz/rud)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru