26.2 C
Probolinggo
Friday, June 2, 2023

Insiden Bus Karyawan Tabrak Motor di Cokro, Ini Penjelasan PT KTI

MAYANGAN, Radar Bromo – PT Kutai Timber Indonesia (KTI) angkat bicara tentang vendor angkutan karyawan yang tidak berizin. PT KTI menegaskan, pihaknya hanyalah pengguna jasa angkutan karyawan. Adapun segala hal atau masalah yang berkaitan dengan penyedia jasa, bukan menjadi tanggung jawab pihaknya.

Asisten Manajer HRD Rahmad Mardianto menegaskan hal itu Senin (24/1) dengan didampingi Internal Service HRD Mashudi dan Hubungan Industrial (HI) HRD Teguh Pambudi Wibisono. Namun, yang terjadi di luar seolah-olah PT KTI yang bermasalah.

“Kami ini menggunakan jasa transportasi vendor untuk karyawan kami. Kami ini hanya pengguna jasa. Dan kami sudah membayar biaya jasa yang tidak sedikit,” tutur Anto, panggilan Rahmad Mardianto.

Tertabrak Bus Karyawan KTI di Jalan Cokro, Kaki Pemotor Patah

Sebagai pengguna jasa, menurutnya, pihaknya tidak bertanggung jawab atas masalah atau segala sesuatu yang terjadi pada vendor. Semua masalah merupakan tanggung jawab vendor sendiri.

Baca Juga:  Rambu Penunjuk Arah di Exit Tol Leces Dikeluhkan, Ini Alasannya

“Tapi, di luar kok kayaknya jadi KTI yang bermasalah. Kami ini hanya pengguna jasa. Tapi, kalau ada masalah, kok jadi kami yang disalahkan,” terangnya.

Dijelaskan Antok, PT KTI adalah perusahaan yang tertib dan taat aturan. Demikian juga dalam kerja sama angkutan karyawan dengan empat vendor. Selama kerja sama, empat vendor tersebut sudah memenuhi semua persyaratan internal yang ditetapkan KTI.

MAYANGAN, Radar Bromo – PT Kutai Timber Indonesia (KTI) angkat bicara tentang vendor angkutan karyawan yang tidak berizin. PT KTI menegaskan, pihaknya hanyalah pengguna jasa angkutan karyawan. Adapun segala hal atau masalah yang berkaitan dengan penyedia jasa, bukan menjadi tanggung jawab pihaknya.

Asisten Manajer HRD Rahmad Mardianto menegaskan hal itu Senin (24/1) dengan didampingi Internal Service HRD Mashudi dan Hubungan Industrial (HI) HRD Teguh Pambudi Wibisono. Namun, yang terjadi di luar seolah-olah PT KTI yang bermasalah.

“Kami ini menggunakan jasa transportasi vendor untuk karyawan kami. Kami ini hanya pengguna jasa. Dan kami sudah membayar biaya jasa yang tidak sedikit,” tutur Anto, panggilan Rahmad Mardianto.

Tertabrak Bus Karyawan KTI di Jalan Cokro, Kaki Pemotor Patah

Sebagai pengguna jasa, menurutnya, pihaknya tidak bertanggung jawab atas masalah atau segala sesuatu yang terjadi pada vendor. Semua masalah merupakan tanggung jawab vendor sendiri.

Baca Juga:  Korban Jalan Rusak di Brantas Meninggal, Desak Pemkot Bertindak

“Tapi, di luar kok kayaknya jadi KTI yang bermasalah. Kami ini hanya pengguna jasa. Tapi, kalau ada masalah, kok jadi kami yang disalahkan,” terangnya.

Dijelaskan Antok, PT KTI adalah perusahaan yang tertib dan taat aturan. Demikian juga dalam kerja sama angkutan karyawan dengan empat vendor. Selama kerja sama, empat vendor tersebut sudah memenuhi semua persyaratan internal yang ditetapkan KTI.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru