24.7 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

Tingkatkan Layanan Poli THT, RSUD Tongas Kini Dilengkapi Audiometri

RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas, Kabupaten Probolinggo, terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatannya. Salah satunya melalui pelayanan Poli Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) yang ditangani langsung oleh dokter spesialis THT.

Sejumlah alat kesehatan (alkes) juga dilengkapi. Salah satunya audiometri yang akan dioperasikan mulai awal tahun depan. Sejauh ini, di RSUD Tongas terdapat dua dokter spesialias THT. Yakni, dr. H. Fandy Agus, Sp.THT-KL, dan dr. Winulang Sabdo Nugroho, Sp.THT-KL.

SIAP MELAYANI: Dokter Winulang Sabdo Nugroho, Sp.THT-KL, dokter spesialias THT di RSUD Tongas, siap melayani masyarakat. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

Dokter Winulang mengatakan, Poli THT RSUD Tongas melayani masyarakat (pasien) mulai Senin-Sabtu. Masyarakat yang mengalami keluhan dengan telinga, hidung, dan tenggorokan bisa langsung ke Poli THT. “Poli THT RSUD Tongas melayani pasien umum dan BPJS Kesehatan,” katanya, Rabu (23/11).

Untuk meningkatkan pelayanan Poli THT di RSUD Tongas, kata dokter Win -sapaan akrabnya-, RSUD terus berupaya melengkapi alkesnya. Tahun ini, RSUD Tongas melakukan pengadaan audiometri untuk memeriksa kondisi pendengaran pasien.

Dengan audiometri, akan dapat diketahui dan dideteksi gangguan pendengaran pasien. Baik gangguan konduksi atau sarafnya. “Dengan alat kesehatan audiometri diharapkan dapat meningkatkan pelayanan pemeriksaan gangguan pendengaran lebih spesifik,” ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta ini.

Pemeriksaan audiometri bertujuan memeriksa fungsi pendengaran seseorang dengan cara mendengarkan suara, nada, atau frekuensi tertentu. Pemeriksaan medis ini dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi gangguan pendengaran setelah prosedur operasi dilakukan pada pengidap tumor yang terdapat pada telinga atau area di sekitarnya.

“Tidak hanya itu, pemeriksaan audiometri untuk menentukan apakah seseorang membutuhkan alat bantu dengar atau prosedur operasi guna meningkatkan kemampuan mendengar,” ujar pria kelahiran Klaten, 6 Mei 1988 ini.

RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas, Kabupaten Probolinggo, terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatannya. Salah satunya melalui pelayanan Poli Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) yang ditangani langsung oleh dokter spesialis THT.

Sejumlah alat kesehatan (alkes) juga dilengkapi. Salah satunya audiometri yang akan dioperasikan mulai awal tahun depan. Sejauh ini, di RSUD Tongas terdapat dua dokter spesialias THT. Yakni, dr. H. Fandy Agus, Sp.THT-KL, dan dr. Winulang Sabdo Nugroho, Sp.THT-KL.

SIAP MELAYANI: Dokter Winulang Sabdo Nugroho, Sp.THT-KL, dokter spesialias THT di RSUD Tongas, siap melayani masyarakat. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

Dokter Winulang mengatakan, Poli THT RSUD Tongas melayani masyarakat (pasien) mulai Senin-Sabtu. Masyarakat yang mengalami keluhan dengan telinga, hidung, dan tenggorokan bisa langsung ke Poli THT. “Poli THT RSUD Tongas melayani pasien umum dan BPJS Kesehatan,” katanya, Rabu (23/11).

Untuk meningkatkan pelayanan Poli THT di RSUD Tongas, kata dokter Win -sapaan akrabnya-, RSUD terus berupaya melengkapi alkesnya. Tahun ini, RSUD Tongas melakukan pengadaan audiometri untuk memeriksa kondisi pendengaran pasien.

Dengan audiometri, akan dapat diketahui dan dideteksi gangguan pendengaran pasien. Baik gangguan konduksi atau sarafnya. “Dengan alat kesehatan audiometri diharapkan dapat meningkatkan pelayanan pemeriksaan gangguan pendengaran lebih spesifik,” ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta ini.

Pemeriksaan audiometri bertujuan memeriksa fungsi pendengaran seseorang dengan cara mendengarkan suara, nada, atau frekuensi tertentu. Pemeriksaan medis ini dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi gangguan pendengaran setelah prosedur operasi dilakukan pada pengidap tumor yang terdapat pada telinga atau area di sekitarnya.

“Tidak hanya itu, pemeriksaan audiometri untuk menentukan apakah seseorang membutuhkan alat bantu dengar atau prosedur operasi guna meningkatkan kemampuan mendengar,” ujar pria kelahiran Klaten, 6 Mei 1988 ini.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/