24.7 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

Api Tungku Tak Mati, Dapur Warga Banyuanyar Lor Ludes Terbakar

GENDING, Radar Bromo – Bara api tungku yang masih menyala menjadi petaka bagi keluarga Sahidi, 45. Sabtu (24/9), dapur rumah warga Dusun Banyubiru, Desa Banyuanyar Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, itu ludes terbakar.

Insiden ini bermula saat istri Sahidi memasak menggunakan tungku. Selesai memasak sekitar pukul 07.00, korban mengantarkan anaknya bersekolah. Sementara, Sahidi berangkat ke sawah. Rumah mereka pun tidak berpenghuni. “Rumah kondisinya kosong. Tidak ada orang. Istri ngantar anak dan saya ke sawah,” ujar Sahidi.

Sahidi merasa rumahnya aman. Namun, tak lama kemudian, seorang warga Zainul, yang saat itu melintas di depan rumah korban melihat kepulan asap pekat dari dapur Sahidi. Dapur semi permanen berbahan kayu dan bambu itu berada di sisi selatan rumah korban.

Melihat kejadian itu, Zainul panik. Ia pun mencari pemilik rumah, namun tidak ditemukan. Akhirnya, berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Sejumlah warga berdatangan. Bergotong royong berusaha memadamkan api menggunakan paralatan seadanya.

Dapur yang berupa kayu dan bambu, disertai kondisi angin yang cukup kencang, membuat api susah dipadamkan. Kobaran api merembet ke dapur rumah milik Junaidi, 55, yang berada di sisi barat dapur Sahidi.

“Api merembet ke barat. Upaya pemadaman kemudian dilakukan dengan lebih serius agar api cepat padam,” ujar Kepala Desa Banyuanyar Lor, Slamet.

GENDING, Radar Bromo – Bara api tungku yang masih menyala menjadi petaka bagi keluarga Sahidi, 45. Sabtu (24/9), dapur rumah warga Dusun Banyubiru, Desa Banyuanyar Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, itu ludes terbakar.

Insiden ini bermula saat istri Sahidi memasak menggunakan tungku. Selesai memasak sekitar pukul 07.00, korban mengantarkan anaknya bersekolah. Sementara, Sahidi berangkat ke sawah. Rumah mereka pun tidak berpenghuni. “Rumah kondisinya kosong. Tidak ada orang. Istri ngantar anak dan saya ke sawah,” ujar Sahidi.

Sahidi merasa rumahnya aman. Namun, tak lama kemudian, seorang warga Zainul, yang saat itu melintas di depan rumah korban melihat kepulan asap pekat dari dapur Sahidi. Dapur semi permanen berbahan kayu dan bambu itu berada di sisi selatan rumah korban.

Melihat kejadian itu, Zainul panik. Ia pun mencari pemilik rumah, namun tidak ditemukan. Akhirnya, berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Sejumlah warga berdatangan. Bergotong royong berusaha memadamkan api menggunakan paralatan seadanya.

Dapur yang berupa kayu dan bambu, disertai kondisi angin yang cukup kencang, membuat api susah dipadamkan. Kobaran api merembet ke dapur rumah milik Junaidi, 55, yang berada di sisi barat dapur Sahidi.

“Api merembet ke barat. Upaya pemadaman kemudian dilakukan dengan lebih serius agar api cepat padam,” ujar Kepala Desa Banyuanyar Lor, Slamet.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/