28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Antre Isi BBM di SPBU, Ustad Ponpes Riyadlus Sholihin Meninggal di Mobil

KADEMANGAN, Radar Bromo – Warga yang mengantre di SPBU Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Selasa (24/1) sore geger. Itu setelah ditemukan warga yang meninggal saat sedang antre isi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Korban meninggal diketahui bernama Nur Ikhsan, 40, warga Perum Grand Mahardika, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan. Sehari-harinya, Nur Ikhsan mengajar MI di Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin, Kota Probolinggo.

Nur Ikhsan didapati meninggal sekitar pukul 17.00. Saat itu, ia mengendarai Sedan Nissan Sentra GS bernopol N 1795 RZ. Ia lantas mengantre untuk membeli BBM jenis pertalite di sisi barat SPBU. Ia mendapat antrean nomor ketiga dari urutan terdepan.

Beberapa saat kemudian, kendaraan pertama selesai mengisi BBM, sehingga kendaraan yang berada di belakangnya pun maju ke depan. Namun Ikhsan tidak bergerak maju. Sehingga kendaraan yang di belakangnya pun mengecek ke mobil yang dikendarai Ikhsan. Awalnya, Ikhsan dikira tertidur.

Baca Juga:  Nenek Meninggal di Depan Toko Gempol

Namun, berulang kali dipanggil, ia tidak menjawab. Setelah dicek, ternyata Ikhsan sudah meninggal dunia. Akhirnya, warga bersama sama mendorong mobil tersebut ke arah timur dekat musala SPBU setempat.

Petugas SPBU lantas menelpon Polsek Kademangan. Sekitar pukul 17.10, pihak kepolisian tiba di lokasi. Lantaran berada di fasilitas umum (fasum), banyak warga yang datang untuk melihat. Polsek langsung memasang police line di sekitar mobil korban agar mereka yang tidak berkepentingan tidak mendekat. Jenazah korban baru dibawa ke rumah duka sekitar pukul 18.30 dengan menggunakan ambulans Puskesmas Ketapang.

KADEMANGAN, Radar Bromo – Warga yang mengantre di SPBU Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Selasa (24/1) sore geger. Itu setelah ditemukan warga yang meninggal saat sedang antre isi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Korban meninggal diketahui bernama Nur Ikhsan, 40, warga Perum Grand Mahardika, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan. Sehari-harinya, Nur Ikhsan mengajar MI di Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin, Kota Probolinggo.

Nur Ikhsan didapati meninggal sekitar pukul 17.00. Saat itu, ia mengendarai Sedan Nissan Sentra GS bernopol N 1795 RZ. Ia lantas mengantre untuk membeli BBM jenis pertalite di sisi barat SPBU. Ia mendapat antrean nomor ketiga dari urutan terdepan.

Beberapa saat kemudian, kendaraan pertama selesai mengisi BBM, sehingga kendaraan yang berada di belakangnya pun maju ke depan. Namun Ikhsan tidak bergerak maju. Sehingga kendaraan yang di belakangnya pun mengecek ke mobil yang dikendarai Ikhsan. Awalnya, Ikhsan dikira tertidur.

Baca Juga:  Proyek Rehab Jembatan Kedungasem Ditarget Rampung Bulan Depan

Namun, berulang kali dipanggil, ia tidak menjawab. Setelah dicek, ternyata Ikhsan sudah meninggal dunia. Akhirnya, warga bersama sama mendorong mobil tersebut ke arah timur dekat musala SPBU setempat.

Petugas SPBU lantas menelpon Polsek Kademangan. Sekitar pukul 17.10, pihak kepolisian tiba di lokasi. Lantaran berada di fasilitas umum (fasum), banyak warga yang datang untuk melihat. Polsek langsung memasang police line di sekitar mobil korban agar mereka yang tidak berkepentingan tidak mendekat. Jenazah korban baru dibawa ke rumah duka sekitar pukul 18.30 dengan menggunakan ambulans Puskesmas Ketapang.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru