26.9 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Dewan Soroti Pengerjaan Proyek Revitalisasi Pasar Baru

KANIGARAN, Radar Bromo Revitalisasi Pasar Baru Kota Probolinggo kembali disidak. Kamis (22/9), gabungan Komisi II dan III DPRD Kota Probolinggo meninjau progres pembangunan. Tim pun menilai, pengerjaan revitalisasi Pasar Baru tidak bagus. Bahkan, ada bedak buah yang kumpul dengan bedak daging.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sejumlah item kembali menjadi catatan penting dalam sidak komisi gabungan. Mulai pemasangan keramik lantai dan meja bedak yang amburadul dan tidak simetris. Kemudian, di bedak daging hanya ada pipa ukuran 2 dim untuk pembuangan. Harusnya, dibuatkan selokan kecil di depan bedak daging tersebut.

Lalu, tidak ada finishing pada atap Pasar Baru. Sehingga atap cor yang ada terlihat seperti bangunan lama dan tak terawat. Padahal, pengecoran itu sudah dilakukan dua tahun lalu.

Anggota Komisi III Heri Poniman mengatakan, pengerjaan revitalisasi Pasar Baru terkesan sembarangan. Terbukti, pemasangan keramik saja banyak yang tidak simetris. Bahkan, keramik yang dipasang banyak yang renggang.

”Masukan sudah kami sampaikan ke konsultan pengawas dan pelaksana untuk dilakukan perbaikan. Terutama pengerjaan yang baru akan dimulai untuk lebih diperhatikan hasilnya,” katanya.

Selain itu, dikatakan Heri, finishing atap Pasar Baru ternyata tidak masuk paket pekerjaan. Akhirnya, atap yang berupa bangunan cor itu tidak tersentuh finishing dan pengecatan. Bentuknya pun terkesan seperti sarang burung walet.

Karena itu, pihaknya meminta agar selisih anggaran antara pagu yang dialokasikan dengan nilai kontrak lelang digunakan saja untuk finishing dan pengecatan bagian atap cor. ”Jika sudah digunakan, pasti akan sulit mengerjakan finishing bagian atap pasar. Mumpung sekarang masih pengerjaan, lebih baik dituntaskan sekalian,” terangnya.

KANIGARAN, Radar Bromo Revitalisasi Pasar Baru Kota Probolinggo kembali disidak. Kamis (22/9), gabungan Komisi II dan III DPRD Kota Probolinggo meninjau progres pembangunan. Tim pun menilai, pengerjaan revitalisasi Pasar Baru tidak bagus. Bahkan, ada bedak buah yang kumpul dengan bedak daging.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sejumlah item kembali menjadi catatan penting dalam sidak komisi gabungan. Mulai pemasangan keramik lantai dan meja bedak yang amburadul dan tidak simetris. Kemudian, di bedak daging hanya ada pipa ukuran 2 dim untuk pembuangan. Harusnya, dibuatkan selokan kecil di depan bedak daging tersebut.

Lalu, tidak ada finishing pada atap Pasar Baru. Sehingga atap cor yang ada terlihat seperti bangunan lama dan tak terawat. Padahal, pengecoran itu sudah dilakukan dua tahun lalu.

Anggota Komisi III Heri Poniman mengatakan, pengerjaan revitalisasi Pasar Baru terkesan sembarangan. Terbukti, pemasangan keramik saja banyak yang tidak simetris. Bahkan, keramik yang dipasang banyak yang renggang.

”Masukan sudah kami sampaikan ke konsultan pengawas dan pelaksana untuk dilakukan perbaikan. Terutama pengerjaan yang baru akan dimulai untuk lebih diperhatikan hasilnya,” katanya.

Selain itu, dikatakan Heri, finishing atap Pasar Baru ternyata tidak masuk paket pekerjaan. Akhirnya, atap yang berupa bangunan cor itu tidak tersentuh finishing dan pengecatan. Bentuknya pun terkesan seperti sarang burung walet.

Karena itu, pihaknya meminta agar selisih anggaran antara pagu yang dialokasikan dengan nilai kontrak lelang digunakan saja untuk finishing dan pengecatan bagian atap cor. ”Jika sudah digunakan, pasti akan sulit mengerjakan finishing bagian atap pasar. Mumpung sekarang masih pengerjaan, lebih baik dituntaskan sekalian,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/