31.4 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Dewan Minta Kebut Pembangunan Pasar Randu Pangger

MAYANGAN, Radar Bromo Komisi II DPRD Kota Probolinggo juga sidak pembangunan Pasar Randu Pangger di Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kamis (22/9). Di sini, pembangunan hanya telat 1 persen.

Meski demikian, Komisi II mendesak pelaksanaan pembangunan dipercepat. Supaya Desember sebelum akhir tahun sudah rampung. Mengingat, progres pengerjaan baru mencapai sekitar 10 persen saat ini. Sementara akhir tahun anggaran tersisa tidak sampai tiga bulan.

Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan mengatakan, progres pembangun Pasar Randu Pangger baru sekitar 10 persen. Progres itu terlambar sedikit dari rencana yang seharusnya mencapai 11 persen.

Penyebabnya, karena proses pengecoran bagian bawah terkendala sumber air. Ada sumber air di tempat pengecoran yang airnya mengalir terus.

”Untuk itu, pihaknya minta pada konsulan pengawas dan pelaksana untuk mengebut pengerjaannya. Perhatikan target pengerjaan yang harus selesai Desember. Tapi kualitas pembangunan jangan diabaikan,” katanya.

Dengan nilai anggaran sekitar Rp 2,1 miliar, dikatakan Muchlas, nanti dibangun puluhan kios di tepi lahan pasar. Kemudian, di tengah pasar dibuat los dengan atap.

Sehingga Pasar Randu Pangger akan lebih nyaman. Karena dengan halaman tengah yang luas, akan lebih leluasa pengunjung datang untuk membeli.

MAYANGAN, Radar Bromo Komisi II DPRD Kota Probolinggo juga sidak pembangunan Pasar Randu Pangger di Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kamis (22/9). Di sini, pembangunan hanya telat 1 persen.

Meski demikian, Komisi II mendesak pelaksanaan pembangunan dipercepat. Supaya Desember sebelum akhir tahun sudah rampung. Mengingat, progres pengerjaan baru mencapai sekitar 10 persen saat ini. Sementara akhir tahun anggaran tersisa tidak sampai tiga bulan.

Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan mengatakan, progres pembangun Pasar Randu Pangger baru sekitar 10 persen. Progres itu terlambar sedikit dari rencana yang seharusnya mencapai 11 persen.

Penyebabnya, karena proses pengecoran bagian bawah terkendala sumber air. Ada sumber air di tempat pengecoran yang airnya mengalir terus.

”Untuk itu, pihaknya minta pada konsulan pengawas dan pelaksana untuk mengebut pengerjaannya. Perhatikan target pengerjaan yang harus selesai Desember. Tapi kualitas pembangunan jangan diabaikan,” katanya.

Dengan nilai anggaran sekitar Rp 2,1 miliar, dikatakan Muchlas, nanti dibangun puluhan kios di tepi lahan pasar. Kemudian, di tengah pasar dibuat los dengan atap.

Sehingga Pasar Randu Pangger akan lebih nyaman. Karena dengan halaman tengah yang luas, akan lebih leluasa pengunjung datang untuk membeli.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/