25.6 C
Probolinggo
Tuesday, October 4, 2022

Cegah Kecelakaan Terulang di Bromo, Tambah Petugas di Sukapura

SUKAPURA, Radar Bromo – Insiden kecelakaan Jip Bromo yang menewaskan wisatawan, mempengaruhi tingkat kunjungan. Agar hal serupa tak terjadi, Polres Probolinggo berencana menambah petugas Pos Objek Vital (Pos Obvit). Tujuannya untuk penertiban serta mengurangi potensi kecelakaan jasa angkut wisata.

Seperti yang diungkapkan Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, usai gelar rapat koordinasi bersama Dishub dan BB TNBTS serta paguyuban wisata Bromo, Selasa (20/9) sore. Usai insiden Jip yang nyemplung ke jurang tersebut, kepolisian akan memperketat pengawasan. Rencananya, penambahan anggota sebanyak 20 personel itu nantinya akan ditempatkan di pos tiket

“Sebelumnya kan ada polisi wisata, hanya sekitar 4 personel dan ada yang sudah pensiun. Nah kali ini kami akan tempatkan di Pos Obvit. Tugasnya hampir setara dengan polisi wisata. Termasuk melakukan pengawasan di objek vital. Namun kami prioritaskan di kawasan Bromo,” katanya.

Nantinya personel di Pos Obvit akan dipimpin satu perwira. “Nanti kami rancang skemanya. Diperkirakan bulan depan baru bisa terlaksana,” katanya.

Dengan adanya Pos Obvit tersebut, nantinya petugas juga kana melakukan pengecekan. Baik SIM bagi penyedia jasa angkut wisata, termasuk surat layak jalan yang terbit dari Dishub.

“Lokasi gunung Bromo ini sangat populer. Jadi ketika ada insiden, maka akan langsung mencuat. Bukan hanya nasional, namun internasional. Oleh karenanya, mari bersama jaga dan taati apa yang telah diatur demi keberlangsungan bersama. Sebab, jika ada hal buruk yang terjadi, maka dampaknya akan ke semua. Misalnya, kunjungan berkurang, maka pelaku usaha wisata hingga UMKM, juga terdampak,” tegas Arsya. (rpd/fun)

SUKAPURA, Radar Bromo – Insiden kecelakaan Jip Bromo yang menewaskan wisatawan, mempengaruhi tingkat kunjungan. Agar hal serupa tak terjadi, Polres Probolinggo berencana menambah petugas Pos Objek Vital (Pos Obvit). Tujuannya untuk penertiban serta mengurangi potensi kecelakaan jasa angkut wisata.

Seperti yang diungkapkan Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, usai gelar rapat koordinasi bersama Dishub dan BB TNBTS serta paguyuban wisata Bromo, Selasa (20/9) sore. Usai insiden Jip yang nyemplung ke jurang tersebut, kepolisian akan memperketat pengawasan. Rencananya, penambahan anggota sebanyak 20 personel itu nantinya akan ditempatkan di pos tiket

“Sebelumnya kan ada polisi wisata, hanya sekitar 4 personel dan ada yang sudah pensiun. Nah kali ini kami akan tempatkan di Pos Obvit. Tugasnya hampir setara dengan polisi wisata. Termasuk melakukan pengawasan di objek vital. Namun kami prioritaskan di kawasan Bromo,” katanya.

Nantinya personel di Pos Obvit akan dipimpin satu perwira. “Nanti kami rancang skemanya. Diperkirakan bulan depan baru bisa terlaksana,” katanya.

Dengan adanya Pos Obvit tersebut, nantinya petugas juga kana melakukan pengecekan. Baik SIM bagi penyedia jasa angkut wisata, termasuk surat layak jalan yang terbit dari Dishub.

“Lokasi gunung Bromo ini sangat populer. Jadi ketika ada insiden, maka akan langsung mencuat. Bukan hanya nasional, namun internasional. Oleh karenanya, mari bersama jaga dan taati apa yang telah diatur demi keberlangsungan bersama. Sebab, jika ada hal buruk yang terjadi, maka dampaknya akan ke semua. Misalnya, kunjungan berkurang, maka pelaku usaha wisata hingga UMKM, juga terdampak,” tegas Arsya. (rpd/fun)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/