26.9 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Target PAD Kota Probolinggo Turun Rp 20 M di RAPBD 2023, Disorot Dewan

MAYANGAN, Radar Bromo – Target pendapatan asli daerah (PAD) dalam Rancangan APBD Pemkot Probolinggo 2023, mendapatkan sorotan DPRD. Sebab, targetnya turun hingga sekitar Rp 20 miliar dibandingkan dalam APBD 2022.

Dalam APBD 2022, target PAD mencapai Rp 221 miliar. Namun, dalam Rancangan APBD 2023 hanya ditargetkan sekitar Rp 201 miliar. Hal itu terungkap dalam Sidang Paripurna DPRD beragenda Pandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap Rancangan APBD 2023, kemarin.

“PAD pada 2023 ditargetkan sekitar Rp 201 miliar, mengalami penurunan dibanding tahun 2022 pada sektor pendapatan lain-lain PAD yang sah. Seharusnya target PAD ditingkatkan. Malah turun, kenapa?” tanya Heru Estiadi, ketua Fraksi PKS-Demokrat usai paripurna.

Heru mengatakan, secara umum target pendapatan daerah turun hingga sekitar Rp 147 miliar. Di dalamnya ada PAD yang targetnya ikut turun hingga Rp 20 miliar. Bahkan, pendapatan lain-lain yang sah juga turun Rp 30 miliar. Begitu juga dengan pendapatan transfer dari pusat, turun sekitar Rp 97 miliar.

“Di sisi lain, belanja operasi pada belanja daerah tahun 2023 naik. Sedangkan, belanja modal menurun dibanding tahun 2022. Apa yang mendasari hal itu,” katanya.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Probolinggo Yusron mengatakan, penurunan target PAD 2023 sesuai saran dan masukan DPRD dalam rapat paripurna sebelumnya. Karena itu, dilakukan penyesuaian kondisi dan potensi saat ini.

“Kami turunkan target PAD sesuai masukan rapat Banggar, untuk menyesuaikan kondisi dan potensi saat ini. Jadi target PAD diturunkan,” katanya.

MAYANGAN, Radar Bromo – Target pendapatan asli daerah (PAD) dalam Rancangan APBD Pemkot Probolinggo 2023, mendapatkan sorotan DPRD. Sebab, targetnya turun hingga sekitar Rp 20 miliar dibandingkan dalam APBD 2022.

Dalam APBD 2022, target PAD mencapai Rp 221 miliar. Namun, dalam Rancangan APBD 2023 hanya ditargetkan sekitar Rp 201 miliar. Hal itu terungkap dalam Sidang Paripurna DPRD beragenda Pandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap Rancangan APBD 2023, kemarin.

“PAD pada 2023 ditargetkan sekitar Rp 201 miliar, mengalami penurunan dibanding tahun 2022 pada sektor pendapatan lain-lain PAD yang sah. Seharusnya target PAD ditingkatkan. Malah turun, kenapa?” tanya Heru Estiadi, ketua Fraksi PKS-Demokrat usai paripurna.

Heru mengatakan, secara umum target pendapatan daerah turun hingga sekitar Rp 147 miliar. Di dalamnya ada PAD yang targetnya ikut turun hingga Rp 20 miliar. Bahkan, pendapatan lain-lain yang sah juga turun Rp 30 miliar. Begitu juga dengan pendapatan transfer dari pusat, turun sekitar Rp 97 miliar.

“Di sisi lain, belanja operasi pada belanja daerah tahun 2023 naik. Sedangkan, belanja modal menurun dibanding tahun 2022. Apa yang mendasari hal itu,” katanya.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Probolinggo Yusron mengatakan, penurunan target PAD 2023 sesuai saran dan masukan DPRD dalam rapat paripurna sebelumnya. Karena itu, dilakukan penyesuaian kondisi dan potensi saat ini.

“Kami turunkan target PAD sesuai masukan rapat Banggar, untuk menyesuaikan kondisi dan potensi saat ini. Jadi target PAD diturunkan,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/