28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Biaya Haji Melambung, Begini Respons Calon Jamaah

MAYANGAN, Radar Bromo – Melambungnya rencana pembiayaan haji tahun ini menjadi perhatian banyak pihak. Terutama calon jamaah haji yang sudah lama mengantre untuk bisa beribadah di Tanah Suci. Mereka berharap, usulan Kemenag RI yang mencapai Rp 69,1 juta bisa ditekan.

Salah seorang calon jamaah haji, Faridah mengatakan, haji memang urusan ibadah. Meski urusan ibadah, tidak semua orang bisa melaksanakannya. Karena butuh dana besar. “Rp 35 juta saja sudah besar, apalagi sampah naik lipat dua,” ujarnya.

Memang selama ini antrean calon jamaah haji sangat panjang. Mereka rela mengantre sampai bertahun-tahun. Panjangnya antrean ini, tidak lepas dari mudahnya calon jamaah mendapatkan dana talangan. “Kadang bukan karena mampu, tapi memaksa mampu (mendaftar haji),” katanya.

Baca Juga:  Video Tolak Tes Antigen Viral, Kades Banjarsawah Diklarifikasi  

Dengan adanya rencana kenaikan biaya haji yang berlipat, ia berharap pemerintah bisa menghitung ulang. Menekan biaya yang hendaknya ditanggung jamaah.

“Kami sebagai calon jamaah, tidak bisa berbuat banyak. Hanya bisa pasrah dan berharap biayanya tidak jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Kalau sampai Rp 69 juta, sangat tinggi sekali,” terangnya.

Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan, untuk penyelenggaraan haji tahun ini, pihaknya masih menunggu keputusan dan penetapan dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi. Baik itu untuk urusan kuota calon jamaah haji maupun besaran pembiayaan haji yang harus dibayar calon jamaah.

“Kami masih menunggu penetapan dari pusat. Termasuk pembiayaan haji masih dalam pembahasan,” terangnya.

Baca Juga:  Setahun, Ada 8 Pencurian di Banjarsawah, Enam Belum Terungkap

MAYANGAN, Radar Bromo – Melambungnya rencana pembiayaan haji tahun ini menjadi perhatian banyak pihak. Terutama calon jamaah haji yang sudah lama mengantre untuk bisa beribadah di Tanah Suci. Mereka berharap, usulan Kemenag RI yang mencapai Rp 69,1 juta bisa ditekan.

Salah seorang calon jamaah haji, Faridah mengatakan, haji memang urusan ibadah. Meski urusan ibadah, tidak semua orang bisa melaksanakannya. Karena butuh dana besar. “Rp 35 juta saja sudah besar, apalagi sampah naik lipat dua,” ujarnya.

Memang selama ini antrean calon jamaah haji sangat panjang. Mereka rela mengantre sampai bertahun-tahun. Panjangnya antrean ini, tidak lepas dari mudahnya calon jamaah mendapatkan dana talangan. “Kadang bukan karena mampu, tapi memaksa mampu (mendaftar haji),” katanya.

Baca Juga:  Sapi Dicuri di Sumber Kedawung, Ditemukan di Pondok Wuluh

Dengan adanya rencana kenaikan biaya haji yang berlipat, ia berharap pemerintah bisa menghitung ulang. Menekan biaya yang hendaknya ditanggung jamaah.

“Kami sebagai calon jamaah, tidak bisa berbuat banyak. Hanya bisa pasrah dan berharap biayanya tidak jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Kalau sampai Rp 69 juta, sangat tinggi sekali,” terangnya.

Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan, untuk penyelenggaraan haji tahun ini, pihaknya masih menunggu keputusan dan penetapan dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi. Baik itu untuk urusan kuota calon jamaah haji maupun besaran pembiayaan haji yang harus dibayar calon jamaah.

“Kami masih menunggu penetapan dari pusat. Termasuk pembiayaan haji masih dalam pembahasan,” terangnya.

Baca Juga:  18 Pasutri Ikuti Isbat Nikah Masal Dinsos Kota Probolinggo

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru