28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Sungai Kademangan Meluap; Puluhan Rumah Terendam-Jembatan Hanyut

PROBOLINGGO, Radar BromoHujan deras yang mengguyur Kota Probolinggo Minggu (20/11), membuat Dam Kelep di Kota Probolinggo tersumbat. Debit air Sungai Kademangan pun meluap dan menyebabkan banjir.

Banjir di Jalan Profesor Hamka di Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan. Puluhan rumah di kelurahan setempat juga terendam.

Banjir pertama kali terjadi sekitar pukul 17.00 setelah hujan deras turun di kota sejak pukul 15.00. Banyaknya sampah dan ranting pohon di sisi selatan membuat air tidak mengalir lancar di Sungai Kademangan. Sehingga, sungai meluap ke jalan dan permukiman warga.

Hasan, warga setempat mengungkapkan. Banjir terjadi karena Sungai Kademangan meluap. Debit sungai tidak mampu mengalir lancar karena di sisi selatan ada ranting dan sampah yang menghalangi. Sehingga merendam permukiman dan jalan nasional.

“Puncaknya sekitar pukul 18.00. Air dari selatan tidak bisa mengalir. Terus meluap ke jalan dan permukiman warga. Kira-kira ada sekitar 50 rumah di selatan yang kena,” ungkapnya.

Banjir ini membuat jalur lingkar selatan (JLS) Kota Probolinggo terputus. Sebab, ketinggian air berkisar 20 sampai 40 sentimeter. Selama dua jam, kendaraan dari arah Surabaya yang hendak ke selatan dialihkan lewat jalur tengah.

Baca Juga:  Motor Kurir Si Cepat Dicuri di Kantornya

Demi kelancaran lalu lintas, Polres Probolinggo Kota yang terdiri dari anggota Polsek Kademangan dan Satlantas melakukan rekayasa. Petugas berjaga di tiga titik. Yakni, di perempatan Ketapang, pertigaan Laweyan, dan pertigaan Jalan Brantas. Kendaraan tidak diperbolehkan melintas di JLS.

“Kendaraan dari arah barat, kami arahkan lurus ke timur dan melintasi Jalan Panglima Sudirman. Mereka bisa berbelok ke selatan di simpang Randu Pangger bagi yang mau ke arah Lumajang,” terang Kanit Turjawali Ipda Tohari.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyebut, banjir ini terjadi karena Dam Kelep tersumbat. Sebab, banyak material yang menumpuk. Mulai dari pohon bambu, pohon pisang, sampai sampah. Sehingga air pun meluap ke selatan dan utara dam.

Selain itu, kebetulan di daerah atas di Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, sempat turun hujan selama lima jam. Mulai pukul 12.30 sampai 17.30. Di sisi lain, Kota Probolinggo juga mengalami hujan yang cukup deras pada pukul 15.00 sampai 16.00.

Baca Juga:  Pindahkan Perahu saat Banjir, Nelayan asal Bayeman Tongas Tewas

Kondisi ini bahkan membuat jembatan di hulu Dam Kelep yang terbuat dari besi terhanyut aliran sungai. Jembatan ini milik warga setempat yang menghubungkan jalan dengan sebuah kafe resto yang berada di sisi selatan Dam Kelep.

Selama ini jembatan itu digunakan bagi pengunjung kafe. Namun, di sisi barat dan timur, ada jembatan serupa.

Aliran Dam Kelep ini baru lancar usai Pemkot menurunkan ekskavator ke lokasi untuk mengeruk material itu. Dari data sementara, ada sekitar 27 kepala keluarga (KK) yang terdampak dalam peristiwa ini, baik yang berada di sisi utara maupun selatan dam.

“Kami masih melakukan asesmen untuk warga yang terdampak. Sementara ada 29 KK. Penyebabnya hujan deras di selatan dan material yang menyumbat Dam Kelep,” terang Gito. (riz/hn)

PROBOLINGGO, Radar BromoHujan deras yang mengguyur Kota Probolinggo Minggu (20/11), membuat Dam Kelep di Kota Probolinggo tersumbat. Debit air Sungai Kademangan pun meluap dan menyebabkan banjir.

Banjir di Jalan Profesor Hamka di Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan. Puluhan rumah di kelurahan setempat juga terendam.

Banjir pertama kali terjadi sekitar pukul 17.00 setelah hujan deras turun di kota sejak pukul 15.00. Banyaknya sampah dan ranting pohon di sisi selatan membuat air tidak mengalir lancar di Sungai Kademangan. Sehingga, sungai meluap ke jalan dan permukiman warga.

Hasan, warga setempat mengungkapkan. Banjir terjadi karena Sungai Kademangan meluap. Debit sungai tidak mampu mengalir lancar karena di sisi selatan ada ranting dan sampah yang menghalangi. Sehingga merendam permukiman dan jalan nasional.

“Puncaknya sekitar pukul 18.00. Air dari selatan tidak bisa mengalir. Terus meluap ke jalan dan permukiman warga. Kira-kira ada sekitar 50 rumah di selatan yang kena,” ungkapnya.

Banjir ini membuat jalur lingkar selatan (JLS) Kota Probolinggo terputus. Sebab, ketinggian air berkisar 20 sampai 40 sentimeter. Selama dua jam, kendaraan dari arah Surabaya yang hendak ke selatan dialihkan lewat jalur tengah.

Baca Juga:  Rumah Warga Dekat Pasar Kronong Kerap Kebanjiran

Demi kelancaran lalu lintas, Polres Probolinggo Kota yang terdiri dari anggota Polsek Kademangan dan Satlantas melakukan rekayasa. Petugas berjaga di tiga titik. Yakni, di perempatan Ketapang, pertigaan Laweyan, dan pertigaan Jalan Brantas. Kendaraan tidak diperbolehkan melintas di JLS.

“Kendaraan dari arah barat, kami arahkan lurus ke timur dan melintasi Jalan Panglima Sudirman. Mereka bisa berbelok ke selatan di simpang Randu Pangger bagi yang mau ke arah Lumajang,” terang Kanit Turjawali Ipda Tohari.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyebut, banjir ini terjadi karena Dam Kelep tersumbat. Sebab, banyak material yang menumpuk. Mulai dari pohon bambu, pohon pisang, sampai sampah. Sehingga air pun meluap ke selatan dan utara dam.

Selain itu, kebetulan di daerah atas di Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, sempat turun hujan selama lima jam. Mulai pukul 12.30 sampai 17.30. Di sisi lain, Kota Probolinggo juga mengalami hujan yang cukup deras pada pukul 15.00 sampai 16.00.

Baca Juga:  Jadi Pemicu Banjir, Tanggul Banyubiru Sebelumnya Juga Pernah Jebol

Kondisi ini bahkan membuat jembatan di hulu Dam Kelep yang terbuat dari besi terhanyut aliran sungai. Jembatan ini milik warga setempat yang menghubungkan jalan dengan sebuah kafe resto yang berada di sisi selatan Dam Kelep.

Selama ini jembatan itu digunakan bagi pengunjung kafe. Namun, di sisi barat dan timur, ada jembatan serupa.

Aliran Dam Kelep ini baru lancar usai Pemkot menurunkan ekskavator ke lokasi untuk mengeruk material itu. Dari data sementara, ada sekitar 27 kepala keluarga (KK) yang terdampak dalam peristiwa ini, baik yang berada di sisi utara maupun selatan dam.

“Kami masih melakukan asesmen untuk warga yang terdampak. Sementara ada 29 KK. Penyebabnya hujan deras di selatan dan material yang menyumbat Dam Kelep,” terang Gito. (riz/hn)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru