28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Sewakan Mainan Mobil-mobilan di Alun-alun Probolinggo, 2 PKL Ditegur

MAYANGAN, Radar Bromo– Alun-alun Kota Probolinggo begitu strategis untuk mengais rezeki. Pengunjungnya selalu ramai. Apalagi bila Sabtu malam alias malam Minggu. Namun, pedagang kaki lima (PKL) tak bisa memanfaatkan momen ini. Mereka dilarang berjualan di dalam alun-alun.

Sabtu (19/11), sekitar pukul 18.00, ada dua PKL yang menyewakan jasa mobil-mobilan nekat beroperasi di dalam alun-alun. Hasilnya, mereka harus berurusan dengan Satpol PP. Mereka langsung diminta membereskan mainan dan keluar dari alun-alun. Serta, diminta tidak mengulangi perbuatannya.

Tanpa mendebat petugas, mereka pun keluar. Sejumlah anggota Satpol PP juga tetap berjaga di seputar alun-alun. Berusaha menegakkan peraturan daerah (perda).

Kasatpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman mengaku tidak melarang PKL berjualan. Tapi, harus sesuai aturan. Areal alun-alun terlarang untuk digunakan tempat berjualan.

Baca Juga:  Tergenjet Bodi Ringsek, Evakuasi Sopir Bus Gunakan Dongkrak

“Ada aturannya. Silakan berjualan, tapi jangan sampai melanggar perda. Alun-alun ini fungsinya sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Bukan lokasi berjualan. Kali ini kami lakukan langkah persuasif dengan teguran,” ujarnya.

Salah satu PKL yang ditegur itu adalah Ajis. Katanya, jasa sewa mobil-mobilan merupakan satu-satunya mata pencahariannya. Ia berjualan di dalam alun-alun karena hasilnya lumayan. Banyak anak-anak yang tertarik menyewa.

“Apalagi kalau malam Minggu. Jumlah pengunjung dua kali dari hari biasa. Makanya mumpung ramai, saya ke sini. Tapi, saya terima jika areal ini dilarang untuk digunakan,” ujarnya. (riz/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo– Alun-alun Kota Probolinggo begitu strategis untuk mengais rezeki. Pengunjungnya selalu ramai. Apalagi bila Sabtu malam alias malam Minggu. Namun, pedagang kaki lima (PKL) tak bisa memanfaatkan momen ini. Mereka dilarang berjualan di dalam alun-alun.

Sabtu (19/11), sekitar pukul 18.00, ada dua PKL yang menyewakan jasa mobil-mobilan nekat beroperasi di dalam alun-alun. Hasilnya, mereka harus berurusan dengan Satpol PP. Mereka langsung diminta membereskan mainan dan keluar dari alun-alun. Serta, diminta tidak mengulangi perbuatannya.

Tanpa mendebat petugas, mereka pun keluar. Sejumlah anggota Satpol PP juga tetap berjaga di seputar alun-alun. Berusaha menegakkan peraturan daerah (perda).

Kasatpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman mengaku tidak melarang PKL berjualan. Tapi, harus sesuai aturan. Areal alun-alun terlarang untuk digunakan tempat berjualan.

Baca Juga:  Usai 2 Tahun Direvitalisasi, Begini Penampakan Alun-alun Probolinggo

“Ada aturannya. Silakan berjualan, tapi jangan sampai melanggar perda. Alun-alun ini fungsinya sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Bukan lokasi berjualan. Kali ini kami lakukan langkah persuasif dengan teguran,” ujarnya.

Salah satu PKL yang ditegur itu adalah Ajis. Katanya, jasa sewa mobil-mobilan merupakan satu-satunya mata pencahariannya. Ia berjualan di dalam alun-alun karena hasilnya lumayan. Banyak anak-anak yang tertarik menyewa.

“Apalagi kalau malam Minggu. Jumlah pengunjung dua kali dari hari biasa. Makanya mumpung ramai, saya ke sini. Tapi, saya terima jika areal ini dilarang untuk digunakan,” ujarnya. (riz/rud)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru