33.3 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Museum Rasulullah Probolinggo Ditutup, Artefak Dikeluarkan

MAYANGAN, Radar Bromo Museum Rasulullah Probolinggo ditutup. Museum di Jalan Suroyo Kota Probolinggo dipastikan tidak lagi dimanfaatkan sebagai Museum Rasulullah. Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin bahkan memastikan, tidak ada lagi barang atau artefak Rasulullah di dalam museum itu.

Semua artefak Rasulullah itu sudah dikeluarkan dari museum pada pekan pertama September. Selanjutnya, belum jelas bagaimana nasib Museum Rasulullah ke depan.

Bila memang artefak yang ada akan kembali dipamerkan di Kota Probolinggo, maka Pemkot Probolinggo, menurut Habib Hadi -panggilannya-, akan mencari tempat lain.

”Itu barang (artefak) sudah dikeluarkan dari museum. Jadi sudah tidak ada barang-barang itu di dalam. Tempat itu bukan jadi tempat Museum Rasulullah lagi,” terang Habib Hadi saat ditemui di kantor DPRD Kota Probolinggo, Senin (19/9).

Habib Hadi pun menegaskan, tempat itu tidak akan dijadikan Museum Rasulullah lagi. Karena itu, bila ke depan ternyata artefak Rasulullah akan dipamerkan lagi di Kota Probolinggo, maka pihaknya akan mencari tempat lain.

”Nanti akan kami carikan tempat lain kalau memang barang (artefak) itu akan kembali dipamerkan di Kota Probolinggo,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, artefak Rasulullah di dalam museum telah dikeluarkan semuanya pada 4 September 2022 oleh pihak ketiga. Sebab, semua artefak itu harus dibawa kembali ke kantor Bea Cukai Jakarta untuk pengurusan perpanjangan izin impor sementara. Sebab, saat ini izin impor sementara artefak itu hampir habis.

MAYANGAN, Radar Bromo Museum Rasulullah Probolinggo ditutup. Museum di Jalan Suroyo Kota Probolinggo dipastikan tidak lagi dimanfaatkan sebagai Museum Rasulullah. Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin bahkan memastikan, tidak ada lagi barang atau artefak Rasulullah di dalam museum itu.

Semua artefak Rasulullah itu sudah dikeluarkan dari museum pada pekan pertama September. Selanjutnya, belum jelas bagaimana nasib Museum Rasulullah ke depan.

Bila memang artefak yang ada akan kembali dipamerkan di Kota Probolinggo, maka Pemkot Probolinggo, menurut Habib Hadi -panggilannya-, akan mencari tempat lain.

”Itu barang (artefak) sudah dikeluarkan dari museum. Jadi sudah tidak ada barang-barang itu di dalam. Tempat itu bukan jadi tempat Museum Rasulullah lagi,” terang Habib Hadi saat ditemui di kantor DPRD Kota Probolinggo, Senin (19/9).

Habib Hadi pun menegaskan, tempat itu tidak akan dijadikan Museum Rasulullah lagi. Karena itu, bila ke depan ternyata artefak Rasulullah akan dipamerkan lagi di Kota Probolinggo, maka pihaknya akan mencari tempat lain.

”Nanti akan kami carikan tempat lain kalau memang barang (artefak) itu akan kembali dipamerkan di Kota Probolinggo,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, artefak Rasulullah di dalam museum telah dikeluarkan semuanya pada 4 September 2022 oleh pihak ketiga. Sebab, semua artefak itu harus dibawa kembali ke kantor Bea Cukai Jakarta untuk pengurusan perpanjangan izin impor sementara. Sebab, saat ini izin impor sementara artefak itu hampir habis.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/