25.6 C
Probolinggo
Tuesday, October 4, 2022

DLH Kota Probolinggo Ditarget Rp 1 M, Baru Tercapai 40 Persen

MAYANGAN, Radar Bromo– Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo tahun ini ditarget bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Rp 1,07 miliar. Namun, hingga awal bulan ini, baru terealisasi sekitar 40 persen.

Hal itu terungkap dalam rapat pembahasan Rancangan Perubahan APBD 2022 bersama Komisi III DPRD Kota Probolinggo, beberapa waktu lalu. Karena itu, Ketua Komisi III Agus Riyanto berharap sumber PAD DLH lebih dimaksimalkan. Mengingat realisasinya masih jauh dari target. “Kami berharap DLH bisa kejar realisasi itu, supaya capai target,” katanya.

Kepala DLH Kota Probolinggo Rachmadeta Antariksa membenarkan realisasi PAD DLH masih sekitar 40 persen. Katanya, hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir.

Tetapi, ia mengaku akan terus berupaya menggali potensi dan memaksimalkan retribusi untuk mencapai target PAD. “Targetnya sekitar Rp 1 miliar sekian. Realisasi masih sekitar 40 persen,” katanya.

Selama ini, kata Deta, retribusi paling besar diperoleh dari Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) dan retribusi pelayanan persampahan. TWSL ditarget bisa menyumbang sekitar Rp 600 juta dan pelayanan persampahan sekitar Rp 300 juta.

“Untuk TWSL realisasinya masih sekitar 50 persen. Karena situasi pandemi belum pulih, kunjungan wisata belum maksimal. Kemudian, untuk pengelolaan sampah kebersihan, dari target masih tercapai sekitar 40 persen,” terangnya.

Di samping itu, DLH mengajukan tambahan anggaran untuk pengelolaan persampahan. Sekitar Rp 350 juta. Anggaran ini diajukan dalam Perubahan APBD 2022. Alasannya akan digunakan untuk operasional kendaraan pengelolaan sampah hingga akhir tahun.

MAYANGAN, Radar Bromo– Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo tahun ini ditarget bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Rp 1,07 miliar. Namun, hingga awal bulan ini, baru terealisasi sekitar 40 persen.

Hal itu terungkap dalam rapat pembahasan Rancangan Perubahan APBD 2022 bersama Komisi III DPRD Kota Probolinggo, beberapa waktu lalu. Karena itu, Ketua Komisi III Agus Riyanto berharap sumber PAD DLH lebih dimaksimalkan. Mengingat realisasinya masih jauh dari target. “Kami berharap DLH bisa kejar realisasi itu, supaya capai target,” katanya.

Kepala DLH Kota Probolinggo Rachmadeta Antariksa membenarkan realisasi PAD DLH masih sekitar 40 persen. Katanya, hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir.

Tetapi, ia mengaku akan terus berupaya menggali potensi dan memaksimalkan retribusi untuk mencapai target PAD. “Targetnya sekitar Rp 1 miliar sekian. Realisasi masih sekitar 40 persen,” katanya.

Selama ini, kata Deta, retribusi paling besar diperoleh dari Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) dan retribusi pelayanan persampahan. TWSL ditarget bisa menyumbang sekitar Rp 600 juta dan pelayanan persampahan sekitar Rp 300 juta.

“Untuk TWSL realisasinya masih sekitar 50 persen. Karena situasi pandemi belum pulih, kunjungan wisata belum maksimal. Kemudian, untuk pengelolaan sampah kebersihan, dari target masih tercapai sekitar 40 persen,” terangnya.

Di samping itu, DLH mengajukan tambahan anggaran untuk pengelolaan persampahan. Sekitar Rp 350 juta. Anggaran ini diajukan dalam Perubahan APBD 2022. Alasannya akan digunakan untuk operasional kendaraan pengelolaan sampah hingga akhir tahun.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/