26.9 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Semarak Sahabat Laut Kibarkan Merah Putih di Wisata Kum-Kum

MAYANGAN, Radar Bromo-Berbagai cara dilakukan untuk memperingati HUT kemerdekaan RI. Komunitas Sahabat Laut Kota Probolinggo, misalnya. Mereka melakukan upacara bendera di wisata kum-kum, Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan (PPP Mayangan).

Upacara bendera dilakukan oleh 200 anggota komunitas mulai pukul 07.30 selama 30 menit. Turut hadir dalam kegiatan ini, mantan Wali Kota Probolinggo, Muhammad Buchori. Setelah upacara selesai, anggota Sahabat Laut mencebur ke dalam laut sembari mengibarkan bendera.

Hari Pramono, Ketua Komunitas Sahabat Laut mengungkapkan upacara bendera ini sebagai bentuk syukur setelah dua tahun, masyarakat tidak bisa berkumpul karena pandemi. Karena itulah, pihaknya merayakan dengan melakukan kegiatan yang membuat senang.

Pihaknya berharap agar generasi muda selalu semangat dalam mengisi kemerdekaan RI dengan kegiatan yang positif. Seperti dengan ikut membantu pembangunan negara sesuai kemampuan masing-masing.

“Apalagi, anggota komunitas Sahabat Laut ini kan sudah senior. Salah satu bentuk syukurnya ya dengan membuat acara yang buat happy. Ini kami mengibarkan bendera di tengah laut sebagai rasa syukur itu,” ungkapnya.

HM Buchori menyebut HUT RI ini memiliki nilai historis yang tidak bisa dijauhkan dari nilai islam. Saat Soekarno berkumpul dengan golongan tua dan muda pada 14 Agustus, golongan muda meminta agar proklamasi bisa dipercepat.

Namun, akhirnya disepakati proklamasi dilakukan pada Jumat 17 Agustus. Karena pertimbangannya pada hari itu, banyak peristiwa bersejarah dalam Islam. Seperti, Adam diciptakan dan dikeluarkan dari Surga pada hari Jumat.

“Bahkan singkatan PBNU itu juga berhubungan dengan islam. P singkatan dari pancasila, B adalah bhineka, N itu nusantara dan U adalah undang-undang 1945. Jadi sewajarnya kita untuk selalu memperingati HUT RI dengan sukacita,” sebut Buchori. (riz/mie)

 

 

MAYANGAN, Radar Bromo-Berbagai cara dilakukan untuk memperingati HUT kemerdekaan RI. Komunitas Sahabat Laut Kota Probolinggo, misalnya. Mereka melakukan upacara bendera di wisata kum-kum, Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan (PPP Mayangan).

Upacara bendera dilakukan oleh 200 anggota komunitas mulai pukul 07.30 selama 30 menit. Turut hadir dalam kegiatan ini, mantan Wali Kota Probolinggo, Muhammad Buchori. Setelah upacara selesai, anggota Sahabat Laut mencebur ke dalam laut sembari mengibarkan bendera.

Hari Pramono, Ketua Komunitas Sahabat Laut mengungkapkan upacara bendera ini sebagai bentuk syukur setelah dua tahun, masyarakat tidak bisa berkumpul karena pandemi. Karena itulah, pihaknya merayakan dengan melakukan kegiatan yang membuat senang.

Pihaknya berharap agar generasi muda selalu semangat dalam mengisi kemerdekaan RI dengan kegiatan yang positif. Seperti dengan ikut membantu pembangunan negara sesuai kemampuan masing-masing.

“Apalagi, anggota komunitas Sahabat Laut ini kan sudah senior. Salah satu bentuk syukurnya ya dengan membuat acara yang buat happy. Ini kami mengibarkan bendera di tengah laut sebagai rasa syukur itu,” ungkapnya.

HM Buchori menyebut HUT RI ini memiliki nilai historis yang tidak bisa dijauhkan dari nilai islam. Saat Soekarno berkumpul dengan golongan tua dan muda pada 14 Agustus, golongan muda meminta agar proklamasi bisa dipercepat.

Namun, akhirnya disepakati proklamasi dilakukan pada Jumat 17 Agustus. Karena pertimbangannya pada hari itu, banyak peristiwa bersejarah dalam Islam. Seperti, Adam diciptakan dan dikeluarkan dari Surga pada hari Jumat.

“Bahkan singkatan PBNU itu juga berhubungan dengan islam. P singkatan dari pancasila, B adalah bhineka, N itu nusantara dan U adalah undang-undang 1945. Jadi sewajarnya kita untuk selalu memperingati HUT RI dengan sukacita,” sebut Buchori. (riz/mie)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/