25.6 C
Probolinggo
Tuesday, October 4, 2022

BPS: Pembangunan Gender di Kota Probolinggo Naik Tipis

KADEMANGAN, Radar Bromo – Indeks Pembangunan Gender (IPG) di Kota Probolinggo terus meningkat. Pada 2021, naik menjadi 96,01 dari sebelumnya sebesar 95,87.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo Heri Sulistio mengatakan, IPG di Kota Probolinggo tahun lalu naik sebesar 0,14 poin dari tahun sebelumnya. Ini merupakan tertinggi ketiga se-Jawa Timur. “Untuk wilayah tapal kuda, Kota Probolinggo tertinggi kedua setelah Kota Pasuruan yang mencapai 96,27,” ujarnya.

Selama periode 2020-2021, komponen pembentuk IPG juga meningkat. Baik terhadap penduduk laki-laki maupun perempuan. Bayi perempuan yang baru lahir memiliki peluang hidup hingga 72,27 tahun. Lebih tinggi dibandingkan bayi laki-laki yaitu 68,30 tahun.

Anak laki-laki usia tujuh tahun memiliki harapan bersekolah selama 13,91 tahun. Sedikit lebih tinggi dibandingkan anak perempuan, yaitu 13,59 tahun.

Penduduk laki-laki usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 9,68 tahun. Lebih lama dibandingkan penduduk perempuan yang hanya 8,38 tahun.

Pengeluaran per kapita yang disesuaikan untuk penduduk laki-laki mencapai Rp 12,636 juta. Lebih tinggi dibandingkan penduduk perempuan sebesar Rp 11,876 juta. Angka ini lebih besar dari tahun sebelumnya.

“Seluruh komponen pembentuk IPG mulai dari dimensi umur panjang, dimensi pengetahuan, hingga dimensi standar hidup layak mengalami peningkatan,” jelas Heri.

KADEMANGAN, Radar Bromo – Indeks Pembangunan Gender (IPG) di Kota Probolinggo terus meningkat. Pada 2021, naik menjadi 96,01 dari sebelumnya sebesar 95,87.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo Heri Sulistio mengatakan, IPG di Kota Probolinggo tahun lalu naik sebesar 0,14 poin dari tahun sebelumnya. Ini merupakan tertinggi ketiga se-Jawa Timur. “Untuk wilayah tapal kuda, Kota Probolinggo tertinggi kedua setelah Kota Pasuruan yang mencapai 96,27,” ujarnya.

Selama periode 2020-2021, komponen pembentuk IPG juga meningkat. Baik terhadap penduduk laki-laki maupun perempuan. Bayi perempuan yang baru lahir memiliki peluang hidup hingga 72,27 tahun. Lebih tinggi dibandingkan bayi laki-laki yaitu 68,30 tahun.

Anak laki-laki usia tujuh tahun memiliki harapan bersekolah selama 13,91 tahun. Sedikit lebih tinggi dibandingkan anak perempuan, yaitu 13,59 tahun.

Penduduk laki-laki usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 9,68 tahun. Lebih lama dibandingkan penduduk perempuan yang hanya 8,38 tahun.

Pengeluaran per kapita yang disesuaikan untuk penduduk laki-laki mencapai Rp 12,636 juta. Lebih tinggi dibandingkan penduduk perempuan sebesar Rp 11,876 juta. Angka ini lebih besar dari tahun sebelumnya.

“Seluruh komponen pembentuk IPG mulai dari dimensi umur panjang, dimensi pengetahuan, hingga dimensi standar hidup layak mengalami peningkatan,” jelas Heri.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/