25.6 C
Probolinggo
Tuesday, October 4, 2022

Ratusan Fasum di Kota Probolinggo Belum Bersertifikat

MAYANGAN, Radar Bromo – Fasilitas umum (fasum) di Kota Probolinggo, yang belum bersertifikat cukup banyak. Mencapai ratusan unit. Karena itu, Komisi III DPRD Kota Probolinggo, mendorong Pemkot segera mengurusnya.

Termasuk fasum di perumahan. Serta, mendorong pengembang untuk menyerahkan fasumnya ke Pemkot. Di samping itu, tahun ini, Pemkot telah mengalokasikan Rp 50 juta untuk program sertifikasi fasum.

Minimnya anggaran ini menjadi perhatian DPRD. Anggota Komisi III DPRD Kota Probolinggo Tri Atmojo Adib Susilo mempertanyakan minimnya anggaran program sertifikaasi fasum. Karena, masih banyak fasum yang belum bersertifikat.

“Kami minta Dinas PUPR memperhatikan fasum-fasum di Kota Probolinggo. Fasum yang belum bersertifikat segera proses sertifikatnya dan serahkan ke Pemkot. Begitu juga pengembang. Buatkan perjanjian di awal untuk mensertifikat dan menyerahkan fasum ke Pemkot,” katanya.

Kepala Dinas PUPR-Perkim Kota Probolinggo Setiorini Sayekti, membenarkan anggaran program sertifikasi fasum hanya Rp 50 juta. Pihaknya, rencanakan tahun ini ada sekitar 105 fasum yang akan disertfikat dan dialihkan hak pakai ke Pemkot.

Menurutnya, biaya sertifikat satu fasum diperkirakan Rp 500 ribu. Dengan anggaran Rp 50 juta, diperkirakan cukup untuk memproses ratusan fasum itu.

MAYANGAN, Radar Bromo – Fasilitas umum (fasum) di Kota Probolinggo, yang belum bersertifikat cukup banyak. Mencapai ratusan unit. Karena itu, Komisi III DPRD Kota Probolinggo, mendorong Pemkot segera mengurusnya.

Termasuk fasum di perumahan. Serta, mendorong pengembang untuk menyerahkan fasumnya ke Pemkot. Di samping itu, tahun ini, Pemkot telah mengalokasikan Rp 50 juta untuk program sertifikasi fasum.

Minimnya anggaran ini menjadi perhatian DPRD. Anggota Komisi III DPRD Kota Probolinggo Tri Atmojo Adib Susilo mempertanyakan minimnya anggaran program sertifikaasi fasum. Karena, masih banyak fasum yang belum bersertifikat.

“Kami minta Dinas PUPR memperhatikan fasum-fasum di Kota Probolinggo. Fasum yang belum bersertifikat segera proses sertifikatnya dan serahkan ke Pemkot. Begitu juga pengembang. Buatkan perjanjian di awal untuk mensertifikat dan menyerahkan fasum ke Pemkot,” katanya.

Kepala Dinas PUPR-Perkim Kota Probolinggo Setiorini Sayekti, membenarkan anggaran program sertifikasi fasum hanya Rp 50 juta. Pihaknya, rencanakan tahun ini ada sekitar 105 fasum yang akan disertfikat dan dialihkan hak pakai ke Pemkot.

Menurutnya, biaya sertifikat satu fasum diperkirakan Rp 500 ribu. Dengan anggaran Rp 50 juta, diperkirakan cukup untuk memproses ratusan fasum itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/