26.9 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Tujuh Bulan, Satpol PP Amankan 38 ODGJ, Kebanyakan Warga Kota Probolinggo

KANIGARAN, Radar Bromo – Jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang pernah diamankan Satpol PP Kota Probolinggo cukup banyak. Tahun ini, Satpol PP sudah mengamankan 38 ODGJ. Mayoritas adalah warga Kota Probolinggo.

Kasatpol PP Kota Probolinggo, Aman Suryaman mengungkapkan 38 ODGJ ini bukan hanya warga Kota Probolinggo. Ada pula warga luar kota, namun jumlahnya memang sedikit. Mereka biasanya diamankan dan dibawa ke shelter milik Dinas Sosial dan Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos dan PPA) di Jalan Mastrip. Tujuannya untuk memastikan domisili mereka.

“Kami berkoordinasi dengan Dinsos untuk penanganan lebih lanjut. Kami juga berfungsi mengamankan saja berdasarkan laporan dari masyarakat,” ungkapnya.

Kepala Dinsos dan PPA Kota Probolinggo, Rey Suwigtyo menerangkan, ODGJ itu biasanya akan didata Dispendukcapil untuk memastikan asal domisili. Jika warga Kota Probolinggo, maka akan dikoordinasikan dengan keluarga. Tujuannya untuk memastikan penanganannya. Apakah mereka menyerahkan penanganan ke pemkot atau mau ditangani sendiri.

Namun jika warga luar kota, maka pihaknya akan mengembalikan ke domisili asal untuk ditangani oleh pemda setempat. “Sebab, kadang ada keluarga yang tersinggung jika tiba-tiba kami tangani. Kecuali jika mereka merasa tidak sanggup, maka kami bantu penanganannya,” terang Tyok-sapaannya. (riz/fun)

KANIGARAN, Radar Bromo – Jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang pernah diamankan Satpol PP Kota Probolinggo cukup banyak. Tahun ini, Satpol PP sudah mengamankan 38 ODGJ. Mayoritas adalah warga Kota Probolinggo.

Kasatpol PP Kota Probolinggo, Aman Suryaman mengungkapkan 38 ODGJ ini bukan hanya warga Kota Probolinggo. Ada pula warga luar kota, namun jumlahnya memang sedikit. Mereka biasanya diamankan dan dibawa ke shelter milik Dinas Sosial dan Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos dan PPA) di Jalan Mastrip. Tujuannya untuk memastikan domisili mereka.

“Kami berkoordinasi dengan Dinsos untuk penanganan lebih lanjut. Kami juga berfungsi mengamankan saja berdasarkan laporan dari masyarakat,” ungkapnya.

Kepala Dinsos dan PPA Kota Probolinggo, Rey Suwigtyo menerangkan, ODGJ itu biasanya akan didata Dispendukcapil untuk memastikan asal domisili. Jika warga Kota Probolinggo, maka akan dikoordinasikan dengan keluarga. Tujuannya untuk memastikan penanganannya. Apakah mereka menyerahkan penanganan ke pemkot atau mau ditangani sendiri.

Namun jika warga luar kota, maka pihaknya akan mengembalikan ke domisili asal untuk ditangani oleh pemda setempat. “Sebab, kadang ada keluarga yang tersinggung jika tiba-tiba kami tangani. Kecuali jika mereka merasa tidak sanggup, maka kami bantu penanganannya,” terang Tyok-sapaannya. (riz/fun)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/