31.4 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Cerita “Nunggak” Jadi Juara Lomba Video Kreatif Kemenko PMK, YPU dan FLP

PROBOLINGGO, Radar Bromo -Video berjudul “Nunggak” karya tim Rumah Baca Cahaya berhasil menjadi juara pertama lomba video kreatif. Selain teknik pengambilan gambarnya, kontennya berhasil memikat dewan juri.

“Paling pas dengan temanya. Ceritanya sering kita temui di sekitar kita,” kata Ahmad Taufiq, salah satu dewan juri lomba video kreatif yang digelar Kemenko PMK RI bersama Yayasan Pelita Umat (YPU) dan Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Probolinggo ini.
Meski hanya memakai kamera handphone, lanjut Taufik, hasilnya bagus. Teknik pengambilan gambarnya variatif. “Tidak monoton. Angle-nya banyak,” kata mantan jurnalis TV nasional ini.

Atas prestasinya itu, tim Rumah Baca Cahaya berhak mendapatkan trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan. Hadiah diserahkan di aula SMP Islam Terpadu Pelita, Rabu (10/9).

“Alhamdulillah juara,” kata Malik, salah satu anggota tim Rumah Baca Cahaya usai menerima hadiah.

Menurutnya, video yang dilombakan itu bercerita tentang kisah nyata di lingkungannya. “Gambarnya ya di desa saya. Pakai HP,” jelasnya. Untuk editing, Malik mengaku memakai aplikasi yang ada di HP-nya.

“Kami garap bareng tim lainnya,” jelas siswa MTs Negeri 3 Probolinggo ini.
Malik berharap, karyanya itu bisa memotivasi rasa gotong royong di masyarakat. Juga tolong menolong antarsesama. “Seperti di video. Anak-anak di desa iuran untuk membantu salah satu teman yang membutuhkan pertolongan karena menunggak biaya kuliah,” jelasnya.

Ketua Yayasan Pelita Umat Sutikman menjelaskan, lomba dengan tema: Gotong Royong Membangun Negeri ini, tindak lanjut dari Workshop Menulis dan Video Kreatif yang digelar Kemenko PMK RI bersama Yayasan Pelita Umat (YPU) dan Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Probolinggo, beberapa waktu lalu.

PROBOLINGGO, Radar Bromo -Video berjudul “Nunggak” karya tim Rumah Baca Cahaya berhasil menjadi juara pertama lomba video kreatif. Selain teknik pengambilan gambarnya, kontennya berhasil memikat dewan juri.

“Paling pas dengan temanya. Ceritanya sering kita temui di sekitar kita,” kata Ahmad Taufiq, salah satu dewan juri lomba video kreatif yang digelar Kemenko PMK RI bersama Yayasan Pelita Umat (YPU) dan Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Probolinggo ini.
Meski hanya memakai kamera handphone, lanjut Taufik, hasilnya bagus. Teknik pengambilan gambarnya variatif. “Tidak monoton. Angle-nya banyak,” kata mantan jurnalis TV nasional ini.

Atas prestasinya itu, tim Rumah Baca Cahaya berhak mendapatkan trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan. Hadiah diserahkan di aula SMP Islam Terpadu Pelita, Rabu (10/9).

“Alhamdulillah juara,” kata Malik, salah satu anggota tim Rumah Baca Cahaya usai menerima hadiah.

Menurutnya, video yang dilombakan itu bercerita tentang kisah nyata di lingkungannya. “Gambarnya ya di desa saya. Pakai HP,” jelasnya. Untuk editing, Malik mengaku memakai aplikasi yang ada di HP-nya.

“Kami garap bareng tim lainnya,” jelas siswa MTs Negeri 3 Probolinggo ini.
Malik berharap, karyanya itu bisa memotivasi rasa gotong royong di masyarakat. Juga tolong menolong antarsesama. “Seperti di video. Anak-anak di desa iuran untuk membantu salah satu teman yang membutuhkan pertolongan karena menunggak biaya kuliah,” jelasnya.

Ketua Yayasan Pelita Umat Sutikman menjelaskan, lomba dengan tema: Gotong Royong Membangun Negeri ini, tindak lanjut dari Workshop Menulis dan Video Kreatif yang digelar Kemenko PMK RI bersama Yayasan Pelita Umat (YPU) dan Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Probolinggo, beberapa waktu lalu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/