26.9 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Bus AKAP Mulai Banyak di Terminal Bayuangga

KADEMANGAN, Radar Bromo – Bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Bayuangga mulai meningkat. Meski jumlahnya belum sebanyak saat sebelum pandemi, namun sudah ada kenaikan. Rata-rata ada lima sampai 10 bus.

Kepala UPT Terminal Bayuangga, Budi Harjo mengungkapkan, selama Juli lalu, bus AKAP sudah menunjukkan tren membaik. Setiap harinya, ada lima hingga 15 bus yang datang dengan jumlah penumpang berkisar dua hingga 10 orang.

Sedangkan saat berangkat, ada tujuh hingga 15 bus dengan jumlah penumpang antara 100 hingga 320 penumpang. Angka ini sudah bagus sebab saat pandemi tahun lalu, bus AKAP sempat tidak beroperasi.

“Kenaikannya mencapai 100 persen. Soalnya saat pandemi kan ada kebijakan penumpang dari luar kota tidak bisa bepergian. Makanya benar-benar terdampak saat itu,” ungkapnya.

Budi mengaku kondisi ini wajar. Saat pembatasan sudah mulai longgar, tentunya juga berdampak pada AKAP. Mereka bisa beroperasi kembali dan penumpang yang berangkat juga menunjukkan tren positif.

Pihaknya berharap agar kondisi ini bisa semakin membaik. Sehingga terminal Bayuangga bisa kembali ramai seperti sebelum pandemi. Saat ini, jumlah penumpang rata rata baru 60 persen dibanding sebelum pandemi.

KADEMANGAN, Radar Bromo – Bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Bayuangga mulai meningkat. Meski jumlahnya belum sebanyak saat sebelum pandemi, namun sudah ada kenaikan. Rata-rata ada lima sampai 10 bus.

Kepala UPT Terminal Bayuangga, Budi Harjo mengungkapkan, selama Juli lalu, bus AKAP sudah menunjukkan tren membaik. Setiap harinya, ada lima hingga 15 bus yang datang dengan jumlah penumpang berkisar dua hingga 10 orang.

Sedangkan saat berangkat, ada tujuh hingga 15 bus dengan jumlah penumpang antara 100 hingga 320 penumpang. Angka ini sudah bagus sebab saat pandemi tahun lalu, bus AKAP sempat tidak beroperasi.

“Kenaikannya mencapai 100 persen. Soalnya saat pandemi kan ada kebijakan penumpang dari luar kota tidak bisa bepergian. Makanya benar-benar terdampak saat itu,” ungkapnya.

Budi mengaku kondisi ini wajar. Saat pembatasan sudah mulai longgar, tentunya juga berdampak pada AKAP. Mereka bisa beroperasi kembali dan penumpang yang berangkat juga menunjukkan tren positif.

Pihaknya berharap agar kondisi ini bisa semakin membaik. Sehingga terminal Bayuangga bisa kembali ramai seperti sebelum pandemi. Saat ini, jumlah penumpang rata rata baru 60 persen dibanding sebelum pandemi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/