31.4 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Tersisa Rp 18 Miliar, BTT Pemkot Probolinggo Ditambah Rp 2 Miliar

MAYANGAN, Radar Bromo – Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemkot Probolinggo masih tersisa sekitar Rp 18 miliar. Anggaran ini dinilai masih kurang sampai akhir 2022. Karena itu, dialokasikan tambahan anggaran sekitar Rp 2 miliar dalam rancangan Perubahan APBD 2022.

Dari data yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, dalam Rancangan Perubahan APBD 2022, belanja daerah Kota Probolinggo naik hingga Rp 140 miliar. Sebelum perubahan, belanja daerah sekitar Rp 1,112 triliun. Naik menjadi sekitar Rp 1,252 triliun dalam Rancangan Perubahan APBD 2022. Salah satu belanja daerah yang naik adalah BTT.

Adanya usulan tambahan anggaran BTT ini dibenarkan oleh Plt Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Probolinggo Yusron. Sesuai aturan, BTT dialokasikan sebagai anggaran penanganan bencana. Baik bencana alam maupun bencana nonalam.

“Belanja tidak terduga ada tambahan anggaran di Perubahan APBD 2022. Sekitar Rp 2 miliar,” ujarnya.

Awalnya, dalam APBD 2022, Pemkot mengalokasikan BTT sekitar Rp 20 miliar. Dari jumlah itu, telah terpakai sekitar Rp 2 miliar.

Soal ketersediaan sisa BTT, Yusron mengatakan, sejauh ini anggaran BTT masih tersisa sekitar Rp 18 miliar. Dengan tambahan Rp 2 miliar, BTT akan kembali mencapai sekitar Rp 20 miliar.

Adanya tambahan anggaran ini, diperlukan karena sejauh ini pandemi Covid-19 belum berakhir. Ditambah adanya bencana nonalam berupa penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap ternak.

MAYANGAN, Radar Bromo – Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemkot Probolinggo masih tersisa sekitar Rp 18 miliar. Anggaran ini dinilai masih kurang sampai akhir 2022. Karena itu, dialokasikan tambahan anggaran sekitar Rp 2 miliar dalam rancangan Perubahan APBD 2022.

Dari data yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, dalam Rancangan Perubahan APBD 2022, belanja daerah Kota Probolinggo naik hingga Rp 140 miliar. Sebelum perubahan, belanja daerah sekitar Rp 1,112 triliun. Naik menjadi sekitar Rp 1,252 triliun dalam Rancangan Perubahan APBD 2022. Salah satu belanja daerah yang naik adalah BTT.

Adanya usulan tambahan anggaran BTT ini dibenarkan oleh Plt Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Probolinggo Yusron. Sesuai aturan, BTT dialokasikan sebagai anggaran penanganan bencana. Baik bencana alam maupun bencana nonalam.

“Belanja tidak terduga ada tambahan anggaran di Perubahan APBD 2022. Sekitar Rp 2 miliar,” ujarnya.

Awalnya, dalam APBD 2022, Pemkot mengalokasikan BTT sekitar Rp 20 miliar. Dari jumlah itu, telah terpakai sekitar Rp 2 miliar.

Soal ketersediaan sisa BTT, Yusron mengatakan, sejauh ini anggaran BTT masih tersisa sekitar Rp 18 miliar. Dengan tambahan Rp 2 miliar, BTT akan kembali mencapai sekitar Rp 20 miliar.

Adanya tambahan anggaran ini, diperlukan karena sejauh ini pandemi Covid-19 belum berakhir. Ditambah adanya bencana nonalam berupa penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap ternak.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/