25.6 C
Probolinggo
Tuesday, October 4, 2022

Meninggal Covid, Asuransi Perumahan Kredit BTN Belum Disetujui

MAYANGAN, Radar Bromo -Pelayanan Bank Tabungan Negara (BTN) Probolinggo dikeluhkan. Sudah setahun, salah satu nasabahnya meninggal karena Covid-19. Namun, sejauh ini klaim asuransi kredit perumahan bersubsidi milik nasabah tersebut tak kunjung disetujui.

Kondisi ini membuat keluarga ahli waris gundah. Mereka pun mengadu ke DPRD Kota Probolinggo. Kamis  (11/8), Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo Haris Nasution mempertemukan sejumlah pihak terkait. Tetapi, dalam pertemuan kali ketiga ini juga belum ada keputusan pasti dari perbankan.

Salah satu keluarga nasabah, Indra Jaya mengatakan, pada pertengahan 2019, adiknya, Intan Permatasari membeli rumah dengan cara kredit di BTN. Pada Agustus 2021, Intan meninggal dunia. Ia terkena Covid-19.

Anehnya, kata Indra, klaim asuransi kredit rumah Intan tidak setujui perbankan. Alasannya, korban meninggal karena korona. Padahal, menurutnya, banyak nasabah yang meninggal karena korona, asuransinya tetap bisa diklaimkan.

“Saya juga sudah konfirmasi ke BTN di luar daerah, seperti Surabaya dan Bandung. Jika debitur meninggal, meski karena Covid-19, tetap terbayarkan klaimnya dan tagihannya ditutup secara keseluruhan. Klaim yang tidak dapat diajukan itu meninggal karena bunuh diri, narkoba, dan kriminal,” katanya.

Indra mengaku sudah berupaya mengurus ke pihak bank terkait klaim asuransi ini. Tetapi, malah dipimpong oleh BTN Probolinggo dan pihak asuransi. Ketika meminta pertanggungjawaban bank, dialihkan ke asuransi. Ketika konfirmasi ke asuransi, dijawab asuransi tidak ada urusan dengan nasabah. Asuransi hanya berurusan dengan bank.

“Seharusnya klaim asuransi jiwa atas adik saya yang meninggal karena Covid-19 tetap bisa cair. Surat pengajuan klaim sudah dilakukan sejak November 2021, sampai sekarang tidak ada kepastian,” katanya.

MAYANGAN, Radar Bromo -Pelayanan Bank Tabungan Negara (BTN) Probolinggo dikeluhkan. Sudah setahun, salah satu nasabahnya meninggal karena Covid-19. Namun, sejauh ini klaim asuransi kredit perumahan bersubsidi milik nasabah tersebut tak kunjung disetujui.

Kondisi ini membuat keluarga ahli waris gundah. Mereka pun mengadu ke DPRD Kota Probolinggo. Kamis  (11/8), Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo Haris Nasution mempertemukan sejumlah pihak terkait. Tetapi, dalam pertemuan kali ketiga ini juga belum ada keputusan pasti dari perbankan.

Salah satu keluarga nasabah, Indra Jaya mengatakan, pada pertengahan 2019, adiknya, Intan Permatasari membeli rumah dengan cara kredit di BTN. Pada Agustus 2021, Intan meninggal dunia. Ia terkena Covid-19.

Anehnya, kata Indra, klaim asuransi kredit rumah Intan tidak setujui perbankan. Alasannya, korban meninggal karena korona. Padahal, menurutnya, banyak nasabah yang meninggal karena korona, asuransinya tetap bisa diklaimkan.

“Saya juga sudah konfirmasi ke BTN di luar daerah, seperti Surabaya dan Bandung. Jika debitur meninggal, meski karena Covid-19, tetap terbayarkan klaimnya dan tagihannya ditutup secara keseluruhan. Klaim yang tidak dapat diajukan itu meninggal karena bunuh diri, narkoba, dan kriminal,” katanya.

Indra mengaku sudah berupaya mengurus ke pihak bank terkait klaim asuransi ini. Tetapi, malah dipimpong oleh BTN Probolinggo dan pihak asuransi. Ketika meminta pertanggungjawaban bank, dialihkan ke asuransi. Ketika konfirmasi ke asuransi, dijawab asuransi tidak ada urusan dengan nasabah. Asuransi hanya berurusan dengan bank.

“Seharusnya klaim asuransi jiwa atas adik saya yang meninggal karena Covid-19 tetap bisa cair. Surat pengajuan klaim sudah dilakukan sejak November 2021, sampai sekarang tidak ada kepastian,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/