25.6 C
Probolinggo
Tuesday, October 4, 2022

Karcis Retribusi Pasar Baru Disorot Dewan, DKUPP: Sesuai Perda

KANIGARAN, Radar Bromo Retribusi harian pedagang Pasar Baru di Kota Probolinggo menjadi sorotan Komisi 2 DPRD Kota Probolinggo. Sebabnya, retribusi yang ditarik pada pedagang tidak sama dengan yang tertera pada karcis.

Pada karcis tertera bahwa retribusi hanya Rp 250. Namun, para pedagang ditarik lebih dari itu. Antara Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu setiap hari.

Pedagang yang membayar Rp 2 ribu diberi karcis retribusi 8 lembar. Sementara yang membayar Rp 3 ribu, diberi karcis retribusi 12 lembar.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, semua pedagang di Pasar Baru ditarik retribusi ini tiap hari. Baik pedagang yang ada di dalam pasar, maupun yang ada di tempat penampungan sementara (TPS). Bagi pedagang yang tidak berjualan atau tutup, tidak ditarik retribusi dan bukan menjadi tunggakan.

”Saya bayar karcis Rp 3 ribu tiap hari. Setiap kali bayar, saya dapat karcis beberapa lembar. Kalau tutup tidak jualan, ya tidak ditarik. Jadi karcis ini ditarik kalau jualan,” kata Hasila, salah satu pedagang Pasar Baru.

Dalam pembahasan tentang rancangan Perubahan APBD (P-APBD) 2022 Kota Probolinggo, Komisi II DPRD setempat sempat menyoroti karcis retribusi pedagang Pasar Baru itu. Sebab, pada karcis retribusi tertulis Rp 250. Tapi, pedagang membayar lebih dari nilai karcis tersebut.

Dengan kondisi seperti ini, menurut Sekretaris Komisi II Saiful Rohman, dikhawatirkan terjadi kelebihan penarikan retribusi pada pedagang. Karena di karcis retribusi tertera Rp 250, tapi pedagang membayar lebih dari nilai itu.

KANIGARAN, Radar Bromo Retribusi harian pedagang Pasar Baru di Kota Probolinggo menjadi sorotan Komisi 2 DPRD Kota Probolinggo. Sebabnya, retribusi yang ditarik pada pedagang tidak sama dengan yang tertera pada karcis.

Pada karcis tertera bahwa retribusi hanya Rp 250. Namun, para pedagang ditarik lebih dari itu. Antara Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu setiap hari.

Pedagang yang membayar Rp 2 ribu diberi karcis retribusi 8 lembar. Sementara yang membayar Rp 3 ribu, diberi karcis retribusi 12 lembar.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, semua pedagang di Pasar Baru ditarik retribusi ini tiap hari. Baik pedagang yang ada di dalam pasar, maupun yang ada di tempat penampungan sementara (TPS). Bagi pedagang yang tidak berjualan atau tutup, tidak ditarik retribusi dan bukan menjadi tunggakan.

”Saya bayar karcis Rp 3 ribu tiap hari. Setiap kali bayar, saya dapat karcis beberapa lembar. Kalau tutup tidak jualan, ya tidak ditarik. Jadi karcis ini ditarik kalau jualan,” kata Hasila, salah satu pedagang Pasar Baru.

Dalam pembahasan tentang rancangan Perubahan APBD (P-APBD) 2022 Kota Probolinggo, Komisi II DPRD setempat sempat menyoroti karcis retribusi pedagang Pasar Baru itu. Sebab, pada karcis retribusi tertulis Rp 250. Tapi, pedagang membayar lebih dari nilai karcis tersebut.

Dengan kondisi seperti ini, menurut Sekretaris Komisi II Saiful Rohman, dikhawatirkan terjadi kelebihan penarikan retribusi pada pedagang. Karena di karcis retribusi tertera Rp 250, tapi pedagang membayar lebih dari nilai itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/