31.4 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Rebutan Anak, Lapor Polisi, Berakhir Damai

KANIGARAN, Radar Bromo- Warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Tomy Angga Kusuma, 35, bisa bernapas lega. Pria yang sempat jadi tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini urung dimejahijaukan. Kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan.

Pelapor yang merupakan istrinya, Serlina Ivana, 37, bersedia memaafkan tersangka. Hal ini terungkap dalam penyelesaian perkara di Rumah Restorative Justice di Kantor Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, kemarin (10/8).

Dugaan KDRT ini bermula ketika Tomy hendak menjemput buah hati mereka yang masih berusia satu tahun, Caca Kallista, pada April lalu. Saat itu, pasangan suami istri ini sudah pisah ranjang. Mereka sepakat, setiap akhir pekan, Caca bisa bersama Serli. Di luar itu, Caca bersama Tomy.

Setiap Jumat, Tomy mengantarkan Caca ke rumah Serli di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Senin, Serli harus mengantarkan Caca ke rumah Tomy. Namun, hingga akhir pekan berlalu, Caca tidak kunjung diantarkan.

Karena itu, Tomy menjemput Caca ke rumah Serli. Tetapi, ternyata Serli malah meminta uang Rp 25 juta, jika ia mau membawa putrinya. Tomy menolak, sehingga terjadi tarik-menarik antara keduanya. Saat itulah, tangan Tomy mengenai wajah Serli.

“Serli lantas melaporkan Tomy atas dugaan KDRT dengan tuduhan telah menampar wajahnya. Usai ada bukti visum, Tomy ditetapkan sebagai tersangka. Kasusnya sempat dilimpahkan hingga tahap dua pada Juli lalu,” ujar Heni Herwinda, ibunda Tomy.

Namun, usai dilakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka, kuasa hukum pelapor, Siti Zuroidah bertemu keluarga tersangka untuk mencari penyelesaian terbaik. Akhirnya, disepakati kasus ini tidak dilanjutkan ke meja hijau.

“Klien saya bersedia tidak melanjutkan laporannya dan bersedia memaafkan suaminya. Penyelesaian ini adalah jalan yang terbaik bagi keduanya,” ujar Siti.

Di Rumah Restorative Justice, Serli dan Tomy dipertemukan. Tomy meminta maaf kepada Serli. Serli juga bersedia. Keduanya saling berjabat tangan. Tomy juga menyerahkan uang Rp 25 juta kepada Serli. Duit ini merupakan utang Tomy kepada Serli ketika masih tinggal bersama.

Kajari Kota Probolinggo Hartono mengatakan, pihaknya menyambut baik penyelesaian perkara ini dengan restorative justice. Keduanya masih memiliki anak kecil yang membutuhkan figur kedua orang tuanya. “Semoga setelah penyelesaian damai ini, keduanya tetap menjalin hubungan baik,” harapnya. (riz/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo- Warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Tomy Angga Kusuma, 35, bisa bernapas lega. Pria yang sempat jadi tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini urung dimejahijaukan. Kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan.

Pelapor yang merupakan istrinya, Serlina Ivana, 37, bersedia memaafkan tersangka. Hal ini terungkap dalam penyelesaian perkara di Rumah Restorative Justice di Kantor Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, kemarin (10/8).

Dugaan KDRT ini bermula ketika Tomy hendak menjemput buah hati mereka yang masih berusia satu tahun, Caca Kallista, pada April lalu. Saat itu, pasangan suami istri ini sudah pisah ranjang. Mereka sepakat, setiap akhir pekan, Caca bisa bersama Serli. Di luar itu, Caca bersama Tomy.

Setiap Jumat, Tomy mengantarkan Caca ke rumah Serli di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Senin, Serli harus mengantarkan Caca ke rumah Tomy. Namun, hingga akhir pekan berlalu, Caca tidak kunjung diantarkan.

Karena itu, Tomy menjemput Caca ke rumah Serli. Tetapi, ternyata Serli malah meminta uang Rp 25 juta, jika ia mau membawa putrinya. Tomy menolak, sehingga terjadi tarik-menarik antara keduanya. Saat itulah, tangan Tomy mengenai wajah Serli.

“Serli lantas melaporkan Tomy atas dugaan KDRT dengan tuduhan telah menampar wajahnya. Usai ada bukti visum, Tomy ditetapkan sebagai tersangka. Kasusnya sempat dilimpahkan hingga tahap dua pada Juli lalu,” ujar Heni Herwinda, ibunda Tomy.

Namun, usai dilakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka, kuasa hukum pelapor, Siti Zuroidah bertemu keluarga tersangka untuk mencari penyelesaian terbaik. Akhirnya, disepakati kasus ini tidak dilanjutkan ke meja hijau.

“Klien saya bersedia tidak melanjutkan laporannya dan bersedia memaafkan suaminya. Penyelesaian ini adalah jalan yang terbaik bagi keduanya,” ujar Siti.

Di Rumah Restorative Justice, Serli dan Tomy dipertemukan. Tomy meminta maaf kepada Serli. Serli juga bersedia. Keduanya saling berjabat tangan. Tomy juga menyerahkan uang Rp 25 juta kepada Serli. Duit ini merupakan utang Tomy kepada Serli ketika masih tinggal bersama.

Kajari Kota Probolinggo Hartono mengatakan, pihaknya menyambut baik penyelesaian perkara ini dengan restorative justice. Keduanya masih memiliki anak kecil yang membutuhkan figur kedua orang tuanya. “Semoga setelah penyelesaian damai ini, keduanya tetap menjalin hubungan baik,” harapnya. (riz/rud)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/