31.4 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Datangi Mako Satpol PP, Sejumlah PKL Ini Minta Kembali Jualan di Alun-alun

KANIGARAN, Radar Bromo -Pedagang kaki lima (PKL) nonmakanan dan minuman (mamin) yang dilarang berjualan di dalam Alun-alun Kota Probolinggo melurug Mako Satpol PP. Mereka meminta solusi agar tetap bisa berjualan, Rabu (10/8).

Sejumlah tuntutan bahkan disampaikan perwakilan PKL ini pada Satpol PP. Pertama, mereka berharap pemkot bisa memberikan lokasi agar 15 PKL non-mamin ini dapat tetap berjualan. Selain itu, mereka berharap pemkot tidak tebang pilih dalam menertibkan PKL.

Koordinator PKL Alun-alun Agus Sugianto mengungkapkan, PKL non-mamin di dalam alun-alun resah karena tidak boleh berjualan. Padahal, selama ini mereka menggantungkan hidup dari jasa tersebut. Di sisi lain, sampai saat ini belum ada solusi dari pemkot agar PKL itu dapat berjualan.

Pihaknya melihat Satpol PP tebang pilih menindak PKL yang dianggap tidak memiliki izin. Banyak PKL lain yang juga melanggar aturan berjualan. Seperti PKL di Jalan Suroyo. Namun, mereka masih bisa berjualan saat petang dan malam hari.

“Padahal, ini mata pencaharian mereka. Jika mereka tidak bisa berjualan, lalu bagaimana bisa makan. Makanya harap ada solusi bagaimana PKL bisa tetap berjualan,” ungkap Agus saat ditemui di Mako Pol PP.

Kasatpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman menyebut, pihaknya hanya menjalankan aturan tentang pemanfaatan ruang terbuka hijau (RTH). Dalam aturannya, PKL tidak boleh berjualan di areal alun-alun karena termasuk ruang terbuka hijau.

KANIGARAN, Radar Bromo -Pedagang kaki lima (PKL) nonmakanan dan minuman (mamin) yang dilarang berjualan di dalam Alun-alun Kota Probolinggo melurug Mako Satpol PP. Mereka meminta solusi agar tetap bisa berjualan, Rabu (10/8).

Sejumlah tuntutan bahkan disampaikan perwakilan PKL ini pada Satpol PP. Pertama, mereka berharap pemkot bisa memberikan lokasi agar 15 PKL non-mamin ini dapat tetap berjualan. Selain itu, mereka berharap pemkot tidak tebang pilih dalam menertibkan PKL.

Koordinator PKL Alun-alun Agus Sugianto mengungkapkan, PKL non-mamin di dalam alun-alun resah karena tidak boleh berjualan. Padahal, selama ini mereka menggantungkan hidup dari jasa tersebut. Di sisi lain, sampai saat ini belum ada solusi dari pemkot agar PKL itu dapat berjualan.

Pihaknya melihat Satpol PP tebang pilih menindak PKL yang dianggap tidak memiliki izin. Banyak PKL lain yang juga melanggar aturan berjualan. Seperti PKL di Jalan Suroyo. Namun, mereka masih bisa berjualan saat petang dan malam hari.

“Padahal, ini mata pencaharian mereka. Jika mereka tidak bisa berjualan, lalu bagaimana bisa makan. Makanya harap ada solusi bagaimana PKL bisa tetap berjualan,” ungkap Agus saat ditemui di Mako Pol PP.

Kasatpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman menyebut, pihaknya hanya menjalankan aturan tentang pemanfaatan ruang terbuka hijau (RTH). Dalam aturannya, PKL tidak boleh berjualan di areal alun-alun karena termasuk ruang terbuka hijau.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/