26.9 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

11 Proyek di Kota Probolinggo Belum Dilelang, 1 Gagal Tender

MAYANGAN, Radar Bromo – Tahun ini, tercatat ada 45 paket proyek di Kota Probolinggo. Sebanyak 28 paket selesai ditender dan 6 paket masih proses di Layanan Pengadaan Secara Elektornik (LPSE). Selebihnya, belum diajukan oleh perangkat daerah terkait untuk dilelang.

Hal itu terungkap dalam Pembahasan Rancangan Perubahan APBD 2022 di Komisi III DPRD Kota Probolinggo kemarin (10/8). Saat itu, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa di Setda Kota Probolinggo menyampaikan soal realisasi anggaran kegiatannya.

Banyaknya paket proyek yang belum dilelang itupun menjadi perhatian serius sejumlah anggota DPRD. “Paket pekerjaan yang belum masuk tender atau lelang itu, apa masih bisa nututi? Karena sekarang sudah memasuki pertengahan Agustus,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Porbolinggo Agus Riyanto.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Andung Tjahjono membenarkan tahun ini ada sekitar 45 paket pekerjaan yang harus melalui proses tender. Sejumlah 28 paket sudah selesai dan satu paket gagal tender.

“Enam paket tengah proses. Selebihnya masih belum diajukan ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa,” katanya.

Proyek yang gagal tender itu, kata Andung, kegiatan rehab SMP di bawah Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) Kota Probolinggo. Ketika proses tender, pesertanya tidak ada yang memenuhi syarat.

Sedangkan, masa evaluasi tender sudah memasuki bulan Juli. Waktunya tidak cukup untuk dilakukan tender ulang. Karena dana kegiatan ini berasal dari Pemerintah Pusat. Di dalamnya ada ketententuan, pada 21 Juli sudah harus berkontrak. “Tapi, ternyata melebihi tanggal 21 Juli. Jadi, tidak bisa ditender ulang,” jelasnya.

MAYANGAN, Radar Bromo – Tahun ini, tercatat ada 45 paket proyek di Kota Probolinggo. Sebanyak 28 paket selesai ditender dan 6 paket masih proses di Layanan Pengadaan Secara Elektornik (LPSE). Selebihnya, belum diajukan oleh perangkat daerah terkait untuk dilelang.

Hal itu terungkap dalam Pembahasan Rancangan Perubahan APBD 2022 di Komisi III DPRD Kota Probolinggo kemarin (10/8). Saat itu, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa di Setda Kota Probolinggo menyampaikan soal realisasi anggaran kegiatannya.

Banyaknya paket proyek yang belum dilelang itupun menjadi perhatian serius sejumlah anggota DPRD. “Paket pekerjaan yang belum masuk tender atau lelang itu, apa masih bisa nututi? Karena sekarang sudah memasuki pertengahan Agustus,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Porbolinggo Agus Riyanto.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Andung Tjahjono membenarkan tahun ini ada sekitar 45 paket pekerjaan yang harus melalui proses tender. Sejumlah 28 paket sudah selesai dan satu paket gagal tender.

“Enam paket tengah proses. Selebihnya masih belum diajukan ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa,” katanya.

Proyek yang gagal tender itu, kata Andung, kegiatan rehab SMP di bawah Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) Kota Probolinggo. Ketika proses tender, pesertanya tidak ada yang memenuhi syarat.

Sedangkan, masa evaluasi tender sudah memasuki bulan Juli. Waktunya tidak cukup untuk dilakukan tender ulang. Karena dana kegiatan ini berasal dari Pemerintah Pusat. Di dalamnya ada ketententuan, pada 21 Juli sudah harus berkontrak. “Tapi, ternyata melebihi tanggal 21 Juli. Jadi, tidak bisa ditender ulang,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/