29.8 C
Probolinggo
Tuesday, May 30, 2023

Tatap Muka di Kota Probolinggo Jalan Terus, Hanya Perketat Prokes

MAYANGAN, Radar Bromo– Pembelajaran tatap muka (PTM) di lembaga pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo dipastikan berlanjut. Meski ada sejumlah pelajar dan seorang guru SMAN 1 Kota Probolinggo yang terpapar Covid-19. Dengan catatan, penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 di sekolah diperketat.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Probolinggo Siti Romlah mengatakan, Disdikbud telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh satuan pendidikan. Khususnya untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Mereka tetap diperbolehkan melaksanakan PTM sesuai surat edaran sebelumnya. Namun, harus menerapkan prokes yang lebih ketat. Serta, lebih cermat terhadap gejala yang dialami peserta didik.

“Sekolah yang di naungan dinas (Disdikbud) tetap melakukan PTM. Hanya saja diperketat. Hal itu sesuai surat edaran dinas pada 5 Februari lalu. Sementara, bagi anak yang memiliki gejala sakit atau kurang sehat, kami sarankan belajar dari rumah,” katanya.

Hal senada diungkapkan salah seorang guru di MAN 2 Kota Probolinggo. Menurutnya, PTM sesuai surat edaran, pelaksanaan PTM diperketat. Karenanya, pihaknya juga mengurangi jumlah siswa dalam setiap sif belajar.

Awalnya, PTM dilakukan dua sif dengan kapasitas 50 persen siswa per sif. Kini diubah menjadi 30 persen dan hanya satu sif. “Jadi yang masuk hanya 30 persen. Hal itu sesuai anjuran pengetatan prokes. Sebelumya masuk semua. Full dibagi dua sif dengan kapasitas 50 persen,” jelasnya.

Baca Juga:  Dikmen Jatim: Perpisahan Ditiadakan, Pengurusan Ijazah Digelar Bertahap

Pemberlakukan satu sif dengan kapasitas 30 persen itu dilakukan mulai kemarin. Karena yang masuk di sekolah hanya 30 persen, selebihnya belajar dari rumah alias dalam jaringan (daring). “Siswa lainnya kembali lagi daring. Dua hari sekali masuk untuk PTM,” ujar guru yang enggan disebutkan namanya itu.

Disinggung apakah sekolah melakukan lockdown atau tes swab lantaran dekat dengan SMAN 1 Kota Probolinggo, pria tersebut memastikan tidak. Hanya melakukan pencegahan dengan pengetatan prokes dan mengurangi jumlah rombongan belajar yang melakukan TPM.

Diketahui, seorang guru dan lima siswa di SMAN 1 Kota Probolinggo terpapar Covid-19. Karenanya, sementara waktu PTM di sekolah ini hentikan. Sedangkan, guru dan lima siswa yang terpapar menjalani perawatan dan isolasi di Rusunawa Mayangan. (rpd/rud)

Ada Keluarga Siswa Terdektesi Positif

DAFTAR data pasien kasus Covid-19 di Kota Probolinggo semakin panjang. Sejak beberapa hari terakhir, jumlahnya terus bertambah. Senin (7/2), ada tambahan tiga pasien.

Baca Juga:  Tiga Kasek di Kota Probolinggo Jabat Empat Periode

Dengan adanya tambahan tiga pasien itu, total warga Kota probolinggo yang terserang Covid-19 mencapai 4.740 orang. Dari jumlah itu, 4.349 pasien dinyatakan sudah sembuh dan 363 pasien meninggal dunia. Selain itu, sejauh ini masih ada 28 pasien yang menjalani perawatan medis.

“Hari ini ada tiga tambahan yang terpapar hasil dari tracking,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan, Perlindungan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kota Probolinggo dr. Nurul Hasanah Hidayati. Namun, ia belum memastikan hasil tracking itu berasal dari kasus di SMAN 1 Kota Probolinggo.

Ia mengaku masih men-tracking keluarga siswa dan guru SMAN 1 Kota Probolinggo yang dinyatakan positif. Sementara, hasilnya ada yang dinyatakn positif dan ada yang negatif.

“Beberapa sudah ada yang dites swab antigen. Hasilnya ada yg positif dan negatif. Untuk jumlahnya saya belum ngecek karena ada di Puskesmas. Yang jelas yang positif tidak ada yang bergejala dan dirawat di Rusunawa,” jelasnya.

Karena Covid masih terus mengancam, dr. Ida –sapaan akrab dr. Nurul Hasanah Hidayati, meminta masyarakat tetap waspada. Serta, mematuhi prokes. “Karena Covid masih ada, maka prokes ketat tetap wajib dilakukan,” ujarnya. (rpd/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo– Pembelajaran tatap muka (PTM) di lembaga pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo dipastikan berlanjut. Meski ada sejumlah pelajar dan seorang guru SMAN 1 Kota Probolinggo yang terpapar Covid-19. Dengan catatan, penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 di sekolah diperketat.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Probolinggo Siti Romlah mengatakan, Disdikbud telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh satuan pendidikan. Khususnya untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Mereka tetap diperbolehkan melaksanakan PTM sesuai surat edaran sebelumnya. Namun, harus menerapkan prokes yang lebih ketat. Serta, lebih cermat terhadap gejala yang dialami peserta didik.

“Sekolah yang di naungan dinas (Disdikbud) tetap melakukan PTM. Hanya saja diperketat. Hal itu sesuai surat edaran dinas pada 5 Februari lalu. Sementara, bagi anak yang memiliki gejala sakit atau kurang sehat, kami sarankan belajar dari rumah,” katanya.

Hal senada diungkapkan salah seorang guru di MAN 2 Kota Probolinggo. Menurutnya, PTM sesuai surat edaran, pelaksanaan PTM diperketat. Karenanya, pihaknya juga mengurangi jumlah siswa dalam setiap sif belajar.

Awalnya, PTM dilakukan dua sif dengan kapasitas 50 persen siswa per sif. Kini diubah menjadi 30 persen dan hanya satu sif. “Jadi yang masuk hanya 30 persen. Hal itu sesuai anjuran pengetatan prokes. Sebelumya masuk semua. Full dibagi dua sif dengan kapasitas 50 persen,” jelasnya.

Baca Juga:  P-30 Aman Dikunjungi meski Lokasinya Dekat Lumajang

Pemberlakukan satu sif dengan kapasitas 30 persen itu dilakukan mulai kemarin. Karena yang masuk di sekolah hanya 30 persen, selebihnya belajar dari rumah alias dalam jaringan (daring). “Siswa lainnya kembali lagi daring. Dua hari sekali masuk untuk PTM,” ujar guru yang enggan disebutkan namanya itu.

Disinggung apakah sekolah melakukan lockdown atau tes swab lantaran dekat dengan SMAN 1 Kota Probolinggo, pria tersebut memastikan tidak. Hanya melakukan pencegahan dengan pengetatan prokes dan mengurangi jumlah rombongan belajar yang melakukan TPM.

Diketahui, seorang guru dan lima siswa di SMAN 1 Kota Probolinggo terpapar Covid-19. Karenanya, sementara waktu PTM di sekolah ini hentikan. Sedangkan, guru dan lima siswa yang terpapar menjalani perawatan dan isolasi di Rusunawa Mayangan. (rpd/rud)

Ada Keluarga Siswa Terdektesi Positif

DAFTAR data pasien kasus Covid-19 di Kota Probolinggo semakin panjang. Sejak beberapa hari terakhir, jumlahnya terus bertambah. Senin (7/2), ada tambahan tiga pasien.

Baca Juga:  Tiga Kasek di Kota Probolinggo Jabat Empat Periode

Dengan adanya tambahan tiga pasien itu, total warga Kota probolinggo yang terserang Covid-19 mencapai 4.740 orang. Dari jumlah itu, 4.349 pasien dinyatakan sudah sembuh dan 363 pasien meninggal dunia. Selain itu, sejauh ini masih ada 28 pasien yang menjalani perawatan medis.

“Hari ini ada tiga tambahan yang terpapar hasil dari tracking,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan, Perlindungan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kota Probolinggo dr. Nurul Hasanah Hidayati. Namun, ia belum memastikan hasil tracking itu berasal dari kasus di SMAN 1 Kota Probolinggo.

Ia mengaku masih men-tracking keluarga siswa dan guru SMAN 1 Kota Probolinggo yang dinyatakan positif. Sementara, hasilnya ada yang dinyatakn positif dan ada yang negatif.

“Beberapa sudah ada yang dites swab antigen. Hasilnya ada yg positif dan negatif. Untuk jumlahnya saya belum ngecek karena ada di Puskesmas. Yang jelas yang positif tidak ada yang bergejala dan dirawat di Rusunawa,” jelasnya.

Karena Covid masih terus mengancam, dr. Ida –sapaan akrab dr. Nurul Hasanah Hidayati, meminta masyarakat tetap waspada. Serta, mematuhi prokes. “Karena Covid masih ada, maka prokes ketat tetap wajib dilakukan,” ujarnya. (rpd/rud)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru