25.6 C
Probolinggo
Tuesday, October 4, 2022

PKL Dilarang Berjualan di Alun-alun, Dewan: Harus Ada Solusinya

MAYANGAN, Radar Bromo– Pedagang kaki lima (PKL) di Alun-alun Probolinggo kini tengah gundah. Sebabnya, PKL yang berjualan di areal dalam alun-alun, sudah tiga hari ini tidak bisa berjualan lagi. Mereka dilarang berjualan di sana.

Koordinator PKL setempat, Agus Sugianto mengungkapkan, ada 20 PKL yang berjualan di areal dalam alun alun. Mereka menjual jasa lukisan hingga sewa permainan anak seperti remote control.

PKL pun merasa kecewa dengan larangan tersebut. Sebab mereka sudah berjualan sejak 2008 dan selama ini tidak pernah ada masalah. Namun, tiba-tiba, ada aturan yang tidak membolehkan.

Revitalisasi Tahap Akhir Tahun Ini

Sebenarnya PKL sudah menerima surat imbauan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dua pekan lalu. Isinya meminta mereka agar tidak berjualan di kawasan alun-alun. Namun PKL tetap memilih berjualan.

Nah, sejak tiga hari ini mereka sudah tidak bisa masuk alun-alun karena dijaga ketat oleh Satpol PP. PKL resah karena selama ini merupakan satu-satunya mata pencaharian mereka.

MAYANGAN, Radar Bromo– Pedagang kaki lima (PKL) di Alun-alun Probolinggo kini tengah gundah. Sebabnya, PKL yang berjualan di areal dalam alun-alun, sudah tiga hari ini tidak bisa berjualan lagi. Mereka dilarang berjualan di sana.

Koordinator PKL setempat, Agus Sugianto mengungkapkan, ada 20 PKL yang berjualan di areal dalam alun alun. Mereka menjual jasa lukisan hingga sewa permainan anak seperti remote control.

PKL pun merasa kecewa dengan larangan tersebut. Sebab mereka sudah berjualan sejak 2008 dan selama ini tidak pernah ada masalah. Namun, tiba-tiba, ada aturan yang tidak membolehkan.

Revitalisasi Tahap Akhir Tahun Ini

Sebenarnya PKL sudah menerima surat imbauan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dua pekan lalu. Isinya meminta mereka agar tidak berjualan di kawasan alun-alun. Namun PKL tetap memilih berjualan.

Nah, sejak tiga hari ini mereka sudah tidak bisa masuk alun-alun karena dijaga ketat oleh Satpol PP. PKL resah karena selama ini merupakan satu-satunya mata pencaharian mereka.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/