25.6 C
Probolinggo
Tuesday, October 4, 2022

Musim Kemarau Tiba, Kekeringan Aman, Tapi Rawan Kebakaran

MAYANGAN, Radar Bromo – Memasuki musim kemarau, Kota Probolinggo, dipastikan tidak sampai mengalami kekurangan air bersih. Banyak sumber mata air dan pipanisasi air yang dirasakan masyarakat. Namun, bencana kebakaran dan angin kencang, masih terus mengancam.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo, Sugito Prasetyo. Memasuki kemarau, kata Sugito, tidak sedikit daerah yang mengalami kekeringan air bersih. Kondisi itu tidak berlaku di Kota Probolinggo.

“Alhamdulillah, wilayah Kota Probolinggo saat musim kemarau, tidak sampai kekeringan air bersih. Semua masyarakat dan wilayah masih tercukupi kebutuhan air bersihnya,” katanya, kemarin (6/8).

Ia mengatakan, saat kemarau, kerawanan bencana yang diantisipasi dan sering terjadi kebakaran dan angin kencang. Sesuai informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan termasuk kategori rendah berkisar 0 sampai 100 mililiter. Rata-rata daerah di Jawa Timur, akan mengalami puncak kemarau pada bulan ini.

“Kecepatan angin akan mengalami puncaknya dalam bulan ini. Biasa disebut oleh masyarakat angin Gending. Diperkirakan berkisar 30 sampai 37 kilometer per jam,” jelasnya.

Panasnya cuaca ditambah kencangnya embusan angin, bisa berpengaruh terhadap kesehatan. Serta, berpotensi menimbulkan kebakaran lahan hingga pohon dan papan reklame tumbang.

Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat selalu menjaga kesehatan badan. Bisa dengan rutin mengonsumsi air putih yang cukup dan makanan yang sehat.

MAYANGAN, Radar Bromo – Memasuki musim kemarau, Kota Probolinggo, dipastikan tidak sampai mengalami kekurangan air bersih. Banyak sumber mata air dan pipanisasi air yang dirasakan masyarakat. Namun, bencana kebakaran dan angin kencang, masih terus mengancam.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo, Sugito Prasetyo. Memasuki kemarau, kata Sugito, tidak sedikit daerah yang mengalami kekeringan air bersih. Kondisi itu tidak berlaku di Kota Probolinggo.

“Alhamdulillah, wilayah Kota Probolinggo saat musim kemarau, tidak sampai kekeringan air bersih. Semua masyarakat dan wilayah masih tercukupi kebutuhan air bersihnya,” katanya, kemarin (6/8).

Ia mengatakan, saat kemarau, kerawanan bencana yang diantisipasi dan sering terjadi kebakaran dan angin kencang. Sesuai informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan termasuk kategori rendah berkisar 0 sampai 100 mililiter. Rata-rata daerah di Jawa Timur, akan mengalami puncak kemarau pada bulan ini.

“Kecepatan angin akan mengalami puncaknya dalam bulan ini. Biasa disebut oleh masyarakat angin Gending. Diperkirakan berkisar 30 sampai 37 kilometer per jam,” jelasnya.

Panasnya cuaca ditambah kencangnya embusan angin, bisa berpengaruh terhadap kesehatan. Serta, berpotensi menimbulkan kebakaran lahan hingga pohon dan papan reklame tumbang.

Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat selalu menjaga kesehatan badan. Bisa dengan rutin mengonsumsi air putih yang cukup dan makanan yang sehat.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/