23.6 C
Probolinggo
Wednesday, May 31, 2023

Belasan Rumah Ambrol Kena Ombak di Gili Ketapang Belum Diperbaiki

SUMBERASIH, Radar Bromo – Dua pekan berlalu. Belasan rumah warga Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, yang rusak dihantam gelombang Desember 2022 lalu, belum diperbaiki. Sejumlah warga berharap perbaikannya bisa dibantu pemerintah. Karena butuh biaya besar.

Dari belasan rumah itu, di antaranya milik Artik, 37 dan Sri Ernawati, 42. Mereka tinggal di RT 2/RW 1, Dusun Pesisir, Desa Gili Ketapang. Rumah keduanya diterjang ombak Jumat, 23 Desember 2022. Kebetulan rumah mereka bersebelahan. Rumah Sri berada di sisi timur rumah Artik.

Akibat terjangan ombak, Artik mengaku kehilangan lebih dari separo rumahnya. Genting hingga dinding rumah sisi utara yang berukuran 6×8 meter itu hilang terbawa ombak. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 35 juta.

Baca Juga:  Terungkap, Hujan Deras Mengguyur Tiap Hari karena Pengaruh Dua Siklon

Ia berharap mendapatkan bantuan dari Pemkab Probolinggo untuk memperbaiki rumah. Perbaikan butuh biaya besar, sedangkan suaminya tidak bisa mendapatkan penghasilan. Cuaca di laut masih tidak bersahabat.

“Barang-barang saya juga hilang. Dua unit kulkas dan perabotan elektronik lainnya hingga kasur dibawa ombak. Sementara, ya tinggal di rumah kakak. Kebutuhan sehari-hari, seperti makan ditanggung kakak,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Sri Ernawati. Seorang ibu rumah tangga ini mengaku sangat ingin segera memperbaiki rumahnya yang ambrol diterjang ombak. Namun, dananya belum tersedia. Sama dengan Artik, ia berharap ada bantuan dari pemerintah.

Seperti Artik, rumahnya yang berukuran sekitar 5×7 meter, juga rusak dihantam gelombang. Terutama di bagian utara. “Harga kayu tidak murah. Kerusakan juga parah. Kira-kira butuh Rp 30 jutaan agar bisa seperti dulu. Kami tidak punya uang sebanyak itu. Suami juga belum bisa bekerja karena cuaca tidak memungkinkan untuk melaut,” terang Sri.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem, Sejumlah Rumah Rusak hingga Longsor di Kab Probolinggo

SUMBERASIH, Radar Bromo – Dua pekan berlalu. Belasan rumah warga Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, yang rusak dihantam gelombang Desember 2022 lalu, belum diperbaiki. Sejumlah warga berharap perbaikannya bisa dibantu pemerintah. Karena butuh biaya besar.

Dari belasan rumah itu, di antaranya milik Artik, 37 dan Sri Ernawati, 42. Mereka tinggal di RT 2/RW 1, Dusun Pesisir, Desa Gili Ketapang. Rumah keduanya diterjang ombak Jumat, 23 Desember 2022. Kebetulan rumah mereka bersebelahan. Rumah Sri berada di sisi timur rumah Artik.

Akibat terjangan ombak, Artik mengaku kehilangan lebih dari separo rumahnya. Genting hingga dinding rumah sisi utara yang berukuran 6×8 meter itu hilang terbawa ombak. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 35 juta.

Baca Juga:  Kagumi Kegigihan Melisa, Wabup Anggap Sekolah Inklusif Berhasil

Ia berharap mendapatkan bantuan dari Pemkab Probolinggo untuk memperbaiki rumah. Perbaikan butuh biaya besar, sedangkan suaminya tidak bisa mendapatkan penghasilan. Cuaca di laut masih tidak bersahabat.

“Barang-barang saya juga hilang. Dua unit kulkas dan perabotan elektronik lainnya hingga kasur dibawa ombak. Sementara, ya tinggal di rumah kakak. Kebutuhan sehari-hari, seperti makan ditanggung kakak,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Sri Ernawati. Seorang ibu rumah tangga ini mengaku sangat ingin segera memperbaiki rumahnya yang ambrol diterjang ombak. Namun, dananya belum tersedia. Sama dengan Artik, ia berharap ada bantuan dari pemerintah.

Seperti Artik, rumahnya yang berukuran sekitar 5×7 meter, juga rusak dihantam gelombang. Terutama di bagian utara. “Harga kayu tidak murah. Kerusakan juga parah. Kira-kira butuh Rp 30 jutaan agar bisa seperti dulu. Kami tidak punya uang sebanyak itu. Suami juga belum bisa bekerja karena cuaca tidak memungkinkan untuk melaut,” terang Sri.

Baca Juga:  Diterpa Angin Kencang, Rumah Janda Asal Pakuniran Roboh

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru