24.7 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

Bawaslu: KPU Harus Fasilitasi 1.300 Pemilih Difabel

KANIGARAN, Radar Bromo Di Kota Probolinggo, diperkirakan ada 1.300 jiwa pemilih difabel pada Pemilu 2024 nanti. Bawaslu Kota Probolinggo pun merekomendasikan pada KPU Kota setempat untuk memfasilitasi pemilih difabel.

Ketua Bawaslu Kota Probolinggo, Azam Fikri mengatakan, pada pemilu sebelumnya ada difabel yang mengaku kesulitan masuk ke TPS (tempat pemungutan suara) atau menggunakan hak pilihnya. Belajar dari pengalaman itu, pihaknya merekomendasikan pada KPU agar memfasilitasi pemilih difabel.

Menurut Azam, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Probolinggo untuk mengetahui difabel yang ada di kota mangga ini. Jumlahnya diperkirakan sekitar 1.300 pemilih.

Pihaknya lantas mengundang perwakilan dari komunitas difabel beberapa hari lalu. tujuannya menyerap aspirasi pemilih dari kalangan difabel tersebut.

”Kami sudah mengumpulkan beberapa perwakilan pemilih dari komunitas difabel di Kota Probolinggo. Supaya kita mengenal lebih dekat dan berusaha mengakomodir keterlibatan komunitas difabel dalam pengawasan, partisipati dan penyelenggara pemilu,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Sabtu (1/10).

Tak kalah pentingnya menurut Azam, hak-hak dari para difabel harus diperhatikan. Baik untuk dipilih maupun memilih. Pemilih difabel yang menggunakan kursi roda sempat mengungkapkan, saat datang ke TPS lokasinya terlalu jauh. Selain itu, akses untuk masuk ke TPS cukup sulit, karena tidak ada jalur untuk kursi roda.

KANIGARAN, Radar Bromo Di Kota Probolinggo, diperkirakan ada 1.300 jiwa pemilih difabel pada Pemilu 2024 nanti. Bawaslu Kota Probolinggo pun merekomendasikan pada KPU Kota setempat untuk memfasilitasi pemilih difabel.

Ketua Bawaslu Kota Probolinggo, Azam Fikri mengatakan, pada pemilu sebelumnya ada difabel yang mengaku kesulitan masuk ke TPS (tempat pemungutan suara) atau menggunakan hak pilihnya. Belajar dari pengalaman itu, pihaknya merekomendasikan pada KPU agar memfasilitasi pemilih difabel.

Menurut Azam, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Probolinggo untuk mengetahui difabel yang ada di kota mangga ini. Jumlahnya diperkirakan sekitar 1.300 pemilih.

Pihaknya lantas mengundang perwakilan dari komunitas difabel beberapa hari lalu. tujuannya menyerap aspirasi pemilih dari kalangan difabel tersebut.

”Kami sudah mengumpulkan beberapa perwakilan pemilih dari komunitas difabel di Kota Probolinggo. Supaya kita mengenal lebih dekat dan berusaha mengakomodir keterlibatan komunitas difabel dalam pengawasan, partisipati dan penyelenggara pemilu,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Sabtu (1/10).

Tak kalah pentingnya menurut Azam, hak-hak dari para difabel harus diperhatikan. Baik untuk dipilih maupun memilih. Pemilih difabel yang menggunakan kursi roda sempat mengungkapkan, saat datang ke TPS lokasinya terlalu jauh. Selain itu, akses untuk masuk ke TPS cukup sulit, karena tidak ada jalur untuk kursi roda.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/