27.2 C
Probolinggo
Thursday, March 30, 2023

Selisih Suara Tipis di Pilkades Tegalwatu Tiris Picu Protes

TIRIS, Radar Bromo Gelombang protes hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahap kedua, mulai muncul. Setelah di Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, protes hasil pilkades juga terjadi di Desa Tegalwatu, Kecamatan Tiris. Penyebabnya juga sama yakni karena selisih suara tipis.

Rabu (2/3), ratusan warga Desa Tegalwatu bahkan sampai melakukan aksi meluruk kantor kecamatan. Kedatangan mereka mempertanyakan hasil Pilkades Tegalwatu yang dituding terjadi kecurangan, sehingga menguntungkan salah satu calon kepala desa.

Massa yang berjumlah sekitar 300 orang merupakan salah satu pendukung calon kepala desa nomor urut 1, Lasuman. Sekitar pukul 10.30, massa yang mengendarai 2 unit truk; 6 unit pikap dan 15 motor, berkumpul di simpang empat Karangrejo, Desa Tegalwatu. Kemudian bergeser ke kantor Kecamatan Tiris.

Baca Juga:  Ini Pengakuan Bocah Pengamen di Kota Probolinggo yang Diciduk Pol PP
RAMAI: Ratusan warga Tegalwatu saat meluruk Kantor Kecamatan Tiris. (Foto: Polsek Tiris for Radar Bromo)

Sesampainya di kantor Kecamatan Tiris, rombongan turun dari kendaraan yang dinaiki. Mereka pun berorasi menyampaikan dugaan kecurangan pilkades.

Koordintor aksi, Abdul Wafi mengatakan, kedatangan massa di jalan protokol Tiris bukan tanpa alasan. Pihaknya tidak puas dan merasa kecewa terhadap kinerja Panitia Pemilihan (Panlih) Tegalwatu, yang dianggap tidak netral. Sehingga menguntungkan salah satu calon kepala desa. Perhitungan ulang yang sebelumnya dilakukan, dianggap telah menyalahi Perbup.

“Di Perbup hanya pemindahan berstatus pengamanan. Tetapi sampai di kecamatan dihitung ulang,” kata Abdul Wafi.

TIRIS, Radar Bromo Gelombang protes hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahap kedua, mulai muncul. Setelah di Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, protes hasil pilkades juga terjadi di Desa Tegalwatu, Kecamatan Tiris. Penyebabnya juga sama yakni karena selisih suara tipis.

Rabu (2/3), ratusan warga Desa Tegalwatu bahkan sampai melakukan aksi meluruk kantor kecamatan. Kedatangan mereka mempertanyakan hasil Pilkades Tegalwatu yang dituding terjadi kecurangan, sehingga menguntungkan salah satu calon kepala desa.

Massa yang berjumlah sekitar 300 orang merupakan salah satu pendukung calon kepala desa nomor urut 1, Lasuman. Sekitar pukul 10.30, massa yang mengendarai 2 unit truk; 6 unit pikap dan 15 motor, berkumpul di simpang empat Karangrejo, Desa Tegalwatu. Kemudian bergeser ke kantor Kecamatan Tiris.

Baca Juga:  Meski dari Balik Jeruji Besi, Tahanan di Polresta Probolinggo Tetap Ibadah
RAMAI: Ratusan warga Tegalwatu saat meluruk Kantor Kecamatan Tiris. (Foto: Polsek Tiris for Radar Bromo)

Sesampainya di kantor Kecamatan Tiris, rombongan turun dari kendaraan yang dinaiki. Mereka pun berorasi menyampaikan dugaan kecurangan pilkades.

Koordintor aksi, Abdul Wafi mengatakan, kedatangan massa di jalan protokol Tiris bukan tanpa alasan. Pihaknya tidak puas dan merasa kecewa terhadap kinerja Panitia Pemilihan (Panlih) Tegalwatu, yang dianggap tidak netral. Sehingga menguntungkan salah satu calon kepala desa. Perhitungan ulang yang sebelumnya dilakukan, dianggap telah menyalahi Perbup.

“Di Perbup hanya pemindahan berstatus pengamanan. Tetapi sampai di kecamatan dihitung ulang,” kata Abdul Wafi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru