PASURUAN, Radar Bromo – Pandemi yang masih melanda ikut mempengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata. Dari ratusan juta target yang ditentukan, pada triwulan pertama hanya berhasil terealisasi kurang lebih Rp 23 juta.
Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, di triwulan pertama ini ada dua sumber PAD dari sektor wisata. Yaitu wisata Ranu Grati dan Wisata Tengger.
Untuk Ranu Grati, pada triwulan ini hanya berhasil mengumpulkan Rp 7.065.500. Sedangkan untuk wisata Tengger berhasil mengumpulkan sekitar Rp 15.985.000.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati, kondisi itu tidak lepas dari pandemi yang masih terus menghantam berbagai sektor. Sehingga, pada triwulan pertama pendapatan masih jauh dari target.
Dia menjelaskan, untuk PAD dari sektor wisata saat ini ditargetkan sekitar Rp 750.000.000. Artinya, realisasi pada triwulan pertama hanya sekitar 3,1 persen. Jumlah itu, jauh dari target.
“Tapi kami tetap optimistis. Meskipun pandemi, tentunya akan berupaya maksimal untuk mencapai target,” tuturnya.
Perolehan itu juga tak luput dari salah satu destinasi wisata unggulan yang masih belum dibuka. Yaiti wisata pemandian alam Banyubiru di Kecamatan Winongan. Saban tahun, wisata inilah yang selalu memperoleh PAD terbanyak.
“Banyubiru belum dibuka karena masih ada penataan. Jadi masih berkurang,” ungkapnya. (sid/fun)