24.7 C
Probolinggo
Sunday, June 11, 2023

Pedagang Protes Rencana Tata Ulang Parkir-PKL di Alun-alun Pasuruan

PASURUAN, Radar Bromo- Rencana penataan ulang kawasan Alun-alun Pasuruan baru akan diterapkan per Senin (27/3) ini. Namun sebelum diterapkan, sudah banyak mendapat protes. Bahkan senin (26/3) malam, sejumlah pedagang meluruk ke pos pengaduan yang berada di alun-alun.

Mereka menganggap, aturan baru ini akan mempengaruhi pendapatan pedagang. Kawasan alun-alun rencananya akan disterilkan dari parkir. Kendaraan boleh parkir di lokasi kantung parkir seperti Jalan Bangilan atau Kartini. Sementara lokasi PKL dipindah, dari sisi alun-alun. Lapak mereka akan berjualan di sisi utara alun-alun.

Nah, peraturan baru ini dianggap terlalu dipaksakan. Rifai alias Seger, koordinator PKL di alun-alun mengaku, protes rencana penataan PKL dan parkir ini bukan tanpa alasan. Menurut dia,  PKL dan parkir ibarat sejoli yang tak bisa dipisahkan.

Baca Juga:  Segera Tangani Jalan Warungdowo—Sidogiri

“Lokasi parkir di Bangilan, sementara alun-alun steril. Jaraknya jauh (dari alun-alun). Tidak mungkin pengunjung yang parkir mau ngopi di lapak PKL kalau lokasinya jauh,” beber Rifai sembari diiyakan pedagang lainnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pasuruan Andriyanto mengatakan, sebenarnya rencana penataan ulang untuk parkir dan PKL sudah ada sejak lama. Bahkan beberapa waktu lalu, sudah disosialisasikan.

Penataan ini dibagi dua jadwal. Sejak pagi sampai pukul 15.00, kendaraan masih diperbolehkan untuk parkir di alun-alun. Saat pukul 15.00 sampai malam, maka alun-alun akan steril dari para parkir. Di lokasi alun-alun hanya untuk PKL dan pengunjung.

Mengapa perlu ditata? Kata Andriyanto, persoalan parkir kerap muncul saat bulan puasa hingga lebaran. “Lalulintas selalu krodit. Dengan penataan baru ini, kami harapkan jadi lebih nyaman,” beber Andriyanto.

Baca Juga:  Pejabat Berurusan dengan Hukum, Soekarwo: Imbas Lemahnya Integritas

Dishub meyakini, dengan penataan baru ini, pedagang baik PKL maupun pertokoan, tak perlu risau. Justru dengan lokasi kantung parkir yang sudah disiapkan, akan mempermudah pengunjung untuk berbelanja.

“Penataan parkir ini juga untuk menyelesaikan persoalan pungutan liar parkir. Selama puasa sampai jelang lebaran, juru parkir yang tak berseragam kerap muncul. Ini juga yang rencananya akan kami pertegas ke kawan-kawan pengawas parkir. Momennya ya saat bulan ramadan ini,” beber Andriyanto. (ube/fun)

PASURUAN, Radar Bromo- Rencana penataan ulang kawasan Alun-alun Pasuruan baru akan diterapkan per Senin (27/3) ini. Namun sebelum diterapkan, sudah banyak mendapat protes. Bahkan senin (26/3) malam, sejumlah pedagang meluruk ke pos pengaduan yang berada di alun-alun.

Mereka menganggap, aturan baru ini akan mempengaruhi pendapatan pedagang. Kawasan alun-alun rencananya akan disterilkan dari parkir. Kendaraan boleh parkir di lokasi kantung parkir seperti Jalan Bangilan atau Kartini. Sementara lokasi PKL dipindah, dari sisi alun-alun. Lapak mereka akan berjualan di sisi utara alun-alun.

Nah, peraturan baru ini dianggap terlalu dipaksakan. Rifai alias Seger, koordinator PKL di alun-alun mengaku, protes rencana penataan PKL dan parkir ini bukan tanpa alasan. Menurut dia,  PKL dan parkir ibarat sejoli yang tak bisa dipisahkan.

Baca Juga:  Pembatasan dan Penutupan Taman di Kota Pasuruan Masih Berlanjut

“Lokasi parkir di Bangilan, sementara alun-alun steril. Jaraknya jauh (dari alun-alun). Tidak mungkin pengunjung yang parkir mau ngopi di lapak PKL kalau lokasinya jauh,” beber Rifai sembari diiyakan pedagang lainnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pasuruan Andriyanto mengatakan, sebenarnya rencana penataan ulang untuk parkir dan PKL sudah ada sejak lama. Bahkan beberapa waktu lalu, sudah disosialisasikan.

Penataan ini dibagi dua jadwal. Sejak pagi sampai pukul 15.00, kendaraan masih diperbolehkan untuk parkir di alun-alun. Saat pukul 15.00 sampai malam, maka alun-alun akan steril dari para parkir. Di lokasi alun-alun hanya untuk PKL dan pengunjung.

Mengapa perlu ditata? Kata Andriyanto, persoalan parkir kerap muncul saat bulan puasa hingga lebaran. “Lalulintas selalu krodit. Dengan penataan baru ini, kami harapkan jadi lebih nyaman,” beber Andriyanto.

Baca Juga:  Pejabat Berurusan dengan Hukum, Soekarwo: Imbas Lemahnya Integritas

Dishub meyakini, dengan penataan baru ini, pedagang baik PKL maupun pertokoan, tak perlu risau. Justru dengan lokasi kantung parkir yang sudah disiapkan, akan mempermudah pengunjung untuk berbelanja.

“Penataan parkir ini juga untuk menyelesaikan persoalan pungutan liar parkir. Selama puasa sampai jelang lebaran, juru parkir yang tak berseragam kerap muncul. Ini juga yang rencananya akan kami pertegas ke kawan-kawan pengawas parkir. Momennya ya saat bulan ramadan ini,” beber Andriyanto. (ube/fun)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru