24.7 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

Festival Keberagaman untuk Toleransi dan Harmoni, Wawali Tampil dalam Teater

PASURUAN, Radar Bromo – Festival bertajuk ”Youth Nation Art Fest: Plural, Toleran, dan Harmoni” seolah menjadi replika kehidupan nyata warga Kota Pasuruan. Harmonis di tengah keberagaman. Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo bahkan ikut tampil pada festival keberagaman yang digelar di Gedung Kesenian Darmoyudo, Kota Pasuruan, itu pada Jumat (23/9) malam.

Mas Adi –sapaan Wawali- menjadi aktor dalam teater yang ditampilkan Pergerakan Pasuruan Inspiratif tersebut. Dia didapuk berperan sebagai tokoh umat Islam dan bergandengan bersama tokoh agama dan kepercayaan lain di Kota Pasuruan. Puncaknya, lagu Indonesia Pusaka menggema diiringi pembacaan puisi di atas pentas. Semua penonton spontan berdiri menyanyikan bait-bait Indonesia Pusaka.

Selepas itu, Sanggar Seni Cuci Otak Rahmat Alam juga menampilkan pertunjukan teater dengan naskah ”Megat Ruh”. Dalam pertunjukan teater yang diangkat dari karya Wahyu Setiadi itu, terlihat sejumlah laki-laki mengenakan semacam cawet jarik. Mereka seolah ingin menyampaikan pesan manusia secara utuh tanpa ”berbaju” agama.

Beberapa pertunjukan seni juga dibawakan oleh kelompok lain. Di antaranya, Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Indonesia (MLKI), Pemuda Gereja Kristen Jawi Wetan, Orang Muda Katholik, Gerakan Pemuda Ansor, Pemuda Hindu, Pemuda Konghucu, dan Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA).

Mas Adi mengatakan, festival tersebut menunjukkan bahwa Kota Pasuruan merupakan kota yang sangat toleran terhadap berbagai perbedaan. Slogan Harmoni Warganya dalam frasa Kota Madinah yang selama ini didengungkan oleh pemerintah kota menjadi kunci terwujudnya persatuan dan kesatuan.

”Melalui acara yang luar biasa ini kita bisa menunjukkan bahwa Kota Pasuruan mampu menjadi pioner bagi penegakan toleransi kehidupan berbangsa dan beragama,” ujar Mas Adi.

PASURUAN, Radar Bromo – Festival bertajuk ”Youth Nation Art Fest: Plural, Toleran, dan Harmoni” seolah menjadi replika kehidupan nyata warga Kota Pasuruan. Harmonis di tengah keberagaman. Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo bahkan ikut tampil pada festival keberagaman yang digelar di Gedung Kesenian Darmoyudo, Kota Pasuruan, itu pada Jumat (23/9) malam.

Mas Adi –sapaan Wawali- menjadi aktor dalam teater yang ditampilkan Pergerakan Pasuruan Inspiratif tersebut. Dia didapuk berperan sebagai tokoh umat Islam dan bergandengan bersama tokoh agama dan kepercayaan lain di Kota Pasuruan. Puncaknya, lagu Indonesia Pusaka menggema diiringi pembacaan puisi di atas pentas. Semua penonton spontan berdiri menyanyikan bait-bait Indonesia Pusaka.

Selepas itu, Sanggar Seni Cuci Otak Rahmat Alam juga menampilkan pertunjukan teater dengan naskah ”Megat Ruh”. Dalam pertunjukan teater yang diangkat dari karya Wahyu Setiadi itu, terlihat sejumlah laki-laki mengenakan semacam cawet jarik. Mereka seolah ingin menyampaikan pesan manusia secara utuh tanpa ”berbaju” agama.

Beberapa pertunjukan seni juga dibawakan oleh kelompok lain. Di antaranya, Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Indonesia (MLKI), Pemuda Gereja Kristen Jawi Wetan, Orang Muda Katholik, Gerakan Pemuda Ansor, Pemuda Hindu, Pemuda Konghucu, dan Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA).

Mas Adi mengatakan, festival tersebut menunjukkan bahwa Kota Pasuruan merupakan kota yang sangat toleran terhadap berbagai perbedaan. Slogan Harmoni Warganya dalam frasa Kota Madinah yang selama ini didengungkan oleh pemerintah kota menjadi kunci terwujudnya persatuan dan kesatuan.

”Melalui acara yang luar biasa ini kita bisa menunjukkan bahwa Kota Pasuruan mampu menjadi pioner bagi penegakan toleransi kehidupan berbangsa dan beragama,” ujar Mas Adi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/