28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

DPO Curanmor Tewas usai Dibekuk, Keluarga Janggal ada Lebam di Tubuh

NGULING, Radar Bromo Penyidik unit reskrim Polsek Nguling sedang diuji. Sebabnya, upaya penangkapan daftar pencarian orang (DPO) kasus pencurian motor, berbuntut kematian. Pihak keluarga merasa tak terima karena kematiannya dianggap tak wajar. Ada tanda-tanda kekerasan dan siksaan karena tubuh penuh dengan lebam.

DPO yang diburu itu adalah Sukiadi, 45, warga Dusun Rembang, Desa Wotgalih, Kecamatan Nguling, Kabupaten. Sukiadi alias Suki disebut-sebut menjadi DPO lantaran kasus pencurian motor yang dilakukannya, sekitar sepekan silam. Setelah jadi DPO, Suki kerap tak pulang.

Tapi Minggu (22/1) malam, Suki pulang ke rumahnya. Kabar itu rupanya diketahui kepolisian. Sekitar pukul 00.00, polisi hendak menangkap Sukiyadi.

Saat itu Sukiadi sedang meninabobokan kedua anaknya, Bu, 4, dan Bi, 10. Hingga petugas kepolisian yang datang dengan mobil, menghampiri rumahnya. Lebih dari lima petugas yang datang. Mereka langsung mengetuk pintu rumah sembari memanggil Sukiadi.

Sukiadi yang ada di dalam rumah sudah merasa dia akan dijemput. Dia kemudian memerintahkan Fatmawati istrinya, untuk membukakan pintu dan menghidupkan lampu.

“Mengetuk pintu, tok tok tok. Kii suki (memanggil nama Sukiadi, red) seperti memanggil temannya. Terus dua petugas membuka jendela. Lalu saya bilang, polisi paling,” ujar Fatmawati kepada Jawa Pos Radar Bromo.

DIBAWA KE PUSKESMAS: Jenazah Sukiadi saat masih berada di puskesmas. Inset, tubuh Sukiadi yang lebam dan menjadi dasar keluarga keberatan. (Foto: Istimewa)

NGULING, Radar Bromo Penyidik unit reskrim Polsek Nguling sedang diuji. Sebabnya, upaya penangkapan daftar pencarian orang (DPO) kasus pencurian motor, berbuntut kematian. Pihak keluarga merasa tak terima karena kematiannya dianggap tak wajar. Ada tanda-tanda kekerasan dan siksaan karena tubuh penuh dengan lebam.

DPO yang diburu itu adalah Sukiadi, 45, warga Dusun Rembang, Desa Wotgalih, Kecamatan Nguling, Kabupaten. Sukiadi alias Suki disebut-sebut menjadi DPO lantaran kasus pencurian motor yang dilakukannya, sekitar sepekan silam. Setelah jadi DPO, Suki kerap tak pulang.

Tapi Minggu (22/1) malam, Suki pulang ke rumahnya. Kabar itu rupanya diketahui kepolisian. Sekitar pukul 00.00, polisi hendak menangkap Sukiyadi.

Saat itu Sukiadi sedang meninabobokan kedua anaknya, Bu, 4, dan Bi, 10. Hingga petugas kepolisian yang datang dengan mobil, menghampiri rumahnya. Lebih dari lima petugas yang datang. Mereka langsung mengetuk pintu rumah sembari memanggil Sukiadi.

Sukiadi yang ada di dalam rumah sudah merasa dia akan dijemput. Dia kemudian memerintahkan Fatmawati istrinya, untuk membukakan pintu dan menghidupkan lampu.

“Mengetuk pintu, tok tok tok. Kii suki (memanggil nama Sukiadi, red) seperti memanggil temannya. Terus dua petugas membuka jendela. Lalu saya bilang, polisi paling,” ujar Fatmawati kepada Jawa Pos Radar Bromo.

DIBAWA KE PUSKESMAS: Jenazah Sukiadi saat masih berada di puskesmas. Inset, tubuh Sukiadi yang lebam dan menjadi dasar keluarga keberatan. (Foto: Istimewa)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru