28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Aktivis Laporkan Tambang di Nguling dan Grati yang Tak Berizin

PASURUAN, Radar Bromo – Persatuan Organisasi Rakyat untuk Transparansi dan Advokasi Lingkungan (Portal) mendatangi Mapolres Pasuruan Kota Selasa (24/1). Mereka melaporkan belasan tambang yang diduga ilegal di wilayah timur Kabupaten Pasuruan.

Portal datang sekitar pukul 10.30. Mereka langsung menuju ruang Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter). Rombongan ditemui langsung oleh Kanit Tipidter Bripka Gatut P sekitar 30 menit.

Juru Bicara Portal Asharu mengatakan, ada sebelas tambang yang disebutnya ilegal. Semua dilaporkan ke polisi. Dia menyebutnya ilegal karena tidak memiliki perizinan lengkap. Mulai Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP), Izin Operasional Produksi, dan beberapa perizinan lain. Namun, pengerukan dan penjualan hasil tambang terus dilakukan.

Baca Juga:  1.439 Warga Kabupaten Pasuruan Sembuh dari Covid-19    

“Dari sebelas itu, tiga di antaranya mengantongi izin WIUP. Sisanya izin IUP eksplorasi. Tapi, mereka sudah berani menambang dan menjual hasil tambang itu,” kata Asharu.

Menurut dia, para penambang telah menyalahi UU 3/2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Sebab, WIUP hanya membolehkan perusahaan memetakan atau melakukan plotting wilayah usaha pertambangan. IUP eksplorasi hanya mengizinkan perusahaan melakukan penelitian dan mendeteksi untuk selanjutnya diajukan menjadi IUP operasi produksi.

Banyak Tambang Ilegal di Kabupaten Pasuruan Jadi Sorotan

PASURUAN, Radar Bromo – Persatuan Organisasi Rakyat untuk Transparansi dan Advokasi Lingkungan (Portal) mendatangi Mapolres Pasuruan Kota Selasa (24/1). Mereka melaporkan belasan tambang yang diduga ilegal di wilayah timur Kabupaten Pasuruan.

Portal datang sekitar pukul 10.30. Mereka langsung menuju ruang Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter). Rombongan ditemui langsung oleh Kanit Tipidter Bripka Gatut P sekitar 30 menit.

Juru Bicara Portal Asharu mengatakan, ada sebelas tambang yang disebutnya ilegal. Semua dilaporkan ke polisi. Dia menyebutnya ilegal karena tidak memiliki perizinan lengkap. Mulai Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP), Izin Operasional Produksi, dan beberapa perizinan lain. Namun, pengerukan dan penjualan hasil tambang terus dilakukan.

Baca Juga:  Demi Haul Mbah Hamid, Patok Median untuk Rute Parkir Bus Dibongkar

“Dari sebelas itu, tiga di antaranya mengantongi izin WIUP. Sisanya izin IUP eksplorasi. Tapi, mereka sudah berani menambang dan menjual hasil tambang itu,” kata Asharu.

Menurut dia, para penambang telah menyalahi UU 3/2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Sebab, WIUP hanya membolehkan perusahaan memetakan atau melakukan plotting wilayah usaha pertambangan. IUP eksplorasi hanya mengizinkan perusahaan melakukan penelitian dan mendeteksi untuk selanjutnya diajukan menjadi IUP operasi produksi.

Banyak Tambang Ilegal di Kabupaten Pasuruan Jadi Sorotan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru