24.4 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

Ini Tiga Langkah Penting Penanganan Banjir di Kab Pasuruan

PASURUAN, Radar Bromo – Upaya mengatasi banjir di wilayah Kabupaten Pasuruan tidak cukup dilakukan dengan normalisasi sungai. Baik Sungai Welang, Wrati, Rejoso, dan lainnya. Penanganan hutan gundul serta penyadaran masyarakat juga sangat penting.

Tiga rekomendasi penanganan banjir itu disampaikan oleh akademisi Universitas Merdeka (Unmer) Malang Ir Gunawan Wibisono. Pertama, upaya normalisasi sungai harus efektif. Harus dilakukan rutin setiap tahun di setiap sungai. Sebab, setiap kali hujan dan terjadi peningkatan debit air, arus sungai akan membawa sedimentasi.

“Jika dibiarkan, akan bertumpuk dan semakin banyak,” katanya.

Kedua, langkah agronomis atau penghijauan kawasan hutan yang sudah gundul. Sebab, banjir dan gundulnya hutan saling berkaitan. Penyebab banjir adalah hutan yang gundul.

“Hulunya penting dilestarikan. Sebab, banjir ini tidak begitu saja terjadi, tapi ada sebabnya. Salah satunya lingkungan,” ungkapnya.

Ketiga, penyadaran masyarakat. Masyarakat yang ada di bantaran sungai harus diberi pemahanan tentang pentingnya menjaga lingkungan. Juga, memahami bahwa tinggal di daerah aliran sungai (DAS) juga mengandung risiko.

PASURUAN, Radar Bromo – Upaya mengatasi banjir di wilayah Kabupaten Pasuruan tidak cukup dilakukan dengan normalisasi sungai. Baik Sungai Welang, Wrati, Rejoso, dan lainnya. Penanganan hutan gundul serta penyadaran masyarakat juga sangat penting.

Tiga rekomendasi penanganan banjir itu disampaikan oleh akademisi Universitas Merdeka (Unmer) Malang Ir Gunawan Wibisono. Pertama, upaya normalisasi sungai harus efektif. Harus dilakukan rutin setiap tahun di setiap sungai. Sebab, setiap kali hujan dan terjadi peningkatan debit air, arus sungai akan membawa sedimentasi.

“Jika dibiarkan, akan bertumpuk dan semakin banyak,” katanya.

Kedua, langkah agronomis atau penghijauan kawasan hutan yang sudah gundul. Sebab, banjir dan gundulnya hutan saling berkaitan. Penyebab banjir adalah hutan yang gundul.

“Hulunya penting dilestarikan. Sebab, banjir ini tidak begitu saja terjadi, tapi ada sebabnya. Salah satunya lingkungan,” ungkapnya.

Ketiga, penyadaran masyarakat. Masyarakat yang ada di bantaran sungai harus diberi pemahanan tentang pentingnya menjaga lingkungan. Juga, memahami bahwa tinggal di daerah aliran sungai (DAS) juga mengandung risiko.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/