24.4 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

Dikira Gempa, Garasi Warga Mangguan Ambrol, Mobil-Motor Nyemplung Sungai

PASREPAN, Radar Bromo – Hujan kembali menyebabkan longsor. Kamis (24/11), sebuah rumah ambruk setelah hujan turun di Dusun Duren II, Desa Mangguan, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan.

Intensitas hujan yang turun sebenarnya tidak terlalu deras. Namun, memang hujan turun dalam waktu lama. Hingga akhirnya pukul 14.30, rumah milik Yajid atau biasa dipanggil Abah Yajid ambruk. Rumah ambruk setelah tanah di bawahnya longsor.

Soleh, anggota Satpol PP Kecamatan Pasrepan mengatakan, tak semua bagian rumah yang ambruk. Hanya bagian parkiran dan dapurnya yang ambruk.

“Yang longsor atau ambruk itu bagian dapur dan parkiran,” katanya.

Soleh yang mendapat laporan kemarin (24/11) langsung ke lokasi. Namun, korban atau pemilik rumah belum bisa dimintai keterangan lantaran masih syok.

Rumah korban sendiri berada di atas tebing yang berbatasan langsung dengan sungai. Kemungkinan menurut Soleh, longsor terjadi karena tanah tergerus air.

“Temen-temen di lapangan masih mengumpulkan data. Ini masih ada di lokasi,” ungkapnya.

Selain dapur dan parkiran yang ambruk, satu unit mobil Avanza jatuh ke sungai yang ada di bawah rumah itu. Bahkan, dua motor juga jatuh ke sungai dan terbawa arus sungai yang sedang banjir.

Agar mobil tak ikut terseret arus, petugas Satpol PP dibantu warga sekitar mengikat mobil dengan tali. Harapannya, saat arus sungai terus naik maka mobil tidak ikut terseret arus.

Soleh memperkirakan, kerugian yang dialami korban akibat longsor ini sekitar Rp 100 juta. Namun, menurutnya, tim dari BPBD masih menghitung.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwah Harris belum berkomentar banyak atas kejadian itu. Menurutnya, pihaknya sudah menerjunkan tim ke lokasi sore kemarin.

“Kami sudah menerjunkan tim ke lokasi. Ini masih melakukan pendataan,” katanya.

Namun, Harris menjelaskan, bagian rumah yang ambruk merupakan parkiran. Parkiran itu tepat berada di atas sungai dan disanggah oleh beton.

“Itu ada di atas sungai. Jadi ketika beton penyangga terbawa banjir, ya otomatis ikut. Apa saja yang ambruk, masih menunggu laporan. Yang jelas mobil, motor dua dan sudah diangkat,” terangnya.

Kepala Desa Mangguan Nasor menambahkan, longsor itu diperkirakan terjadi pukul 15.00. Saat itu kondisi sedang hujan dan arus sungai sedang tinggi. Tiba – tiba bagian rumah warganya itu ambruk.

“Iya ambruk. Saya setelah dapat laporan langsung ke lokasi dan melakukan evakuasi,” katanya.

Hingga Kamis malam, petugas BPBD dan Muspika Pasrepan masih di lokasi. Mereka mengamankan lokasi agar warga tak mendekat.

Muhammad Ali Torik, 24, anak pemilik rumah mengatakan, saat kejadian semua anggota keluarga berada di dalam rumah. Tiba-tiba di tengah guyuran hujan, terdengar suara ambruk.

Mereka mengira saat itu terjadi gempa. Karena itu, Ali lari keluar rumah untuk mengecek. “Saat saya cek keluar, ternyata garasi dan dapur ambruk,” jelasnya. (sid/hn)

PASREPAN, Radar Bromo – Hujan kembali menyebabkan longsor. Kamis (24/11), sebuah rumah ambruk setelah hujan turun di Dusun Duren II, Desa Mangguan, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan.

Intensitas hujan yang turun sebenarnya tidak terlalu deras. Namun, memang hujan turun dalam waktu lama. Hingga akhirnya pukul 14.30, rumah milik Yajid atau biasa dipanggil Abah Yajid ambruk. Rumah ambruk setelah tanah di bawahnya longsor.

Soleh, anggota Satpol PP Kecamatan Pasrepan mengatakan, tak semua bagian rumah yang ambruk. Hanya bagian parkiran dan dapurnya yang ambruk.

“Yang longsor atau ambruk itu bagian dapur dan parkiran,” katanya.

Soleh yang mendapat laporan kemarin (24/11) langsung ke lokasi. Namun, korban atau pemilik rumah belum bisa dimintai keterangan lantaran masih syok.

Rumah korban sendiri berada di atas tebing yang berbatasan langsung dengan sungai. Kemungkinan menurut Soleh, longsor terjadi karena tanah tergerus air.

“Temen-temen di lapangan masih mengumpulkan data. Ini masih ada di lokasi,” ungkapnya.

Selain dapur dan parkiran yang ambruk, satu unit mobil Avanza jatuh ke sungai yang ada di bawah rumah itu. Bahkan, dua motor juga jatuh ke sungai dan terbawa arus sungai yang sedang banjir.

Agar mobil tak ikut terseret arus, petugas Satpol PP dibantu warga sekitar mengikat mobil dengan tali. Harapannya, saat arus sungai terus naik maka mobil tidak ikut terseret arus.

Soleh memperkirakan, kerugian yang dialami korban akibat longsor ini sekitar Rp 100 juta. Namun, menurutnya, tim dari BPBD masih menghitung.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwah Harris belum berkomentar banyak atas kejadian itu. Menurutnya, pihaknya sudah menerjunkan tim ke lokasi sore kemarin.

“Kami sudah menerjunkan tim ke lokasi. Ini masih melakukan pendataan,” katanya.

Namun, Harris menjelaskan, bagian rumah yang ambruk merupakan parkiran. Parkiran itu tepat berada di atas sungai dan disanggah oleh beton.

“Itu ada di atas sungai. Jadi ketika beton penyangga terbawa banjir, ya otomatis ikut. Apa saja yang ambruk, masih menunggu laporan. Yang jelas mobil, motor dua dan sudah diangkat,” terangnya.

Kepala Desa Mangguan Nasor menambahkan, longsor itu diperkirakan terjadi pukul 15.00. Saat itu kondisi sedang hujan dan arus sungai sedang tinggi. Tiba – tiba bagian rumah warganya itu ambruk.

“Iya ambruk. Saya setelah dapat laporan langsung ke lokasi dan melakukan evakuasi,” katanya.

Hingga Kamis malam, petugas BPBD dan Muspika Pasrepan masih di lokasi. Mereka mengamankan lokasi agar warga tak mendekat.

Muhammad Ali Torik, 24, anak pemilik rumah mengatakan, saat kejadian semua anggota keluarga berada di dalam rumah. Tiba-tiba di tengah guyuran hujan, terdengar suara ambruk.

Mereka mengira saat itu terjadi gempa. Karena itu, Ali lari keluar rumah untuk mengecek. “Saat saya cek keluar, ternyata garasi dan dapur ambruk,” jelasnya. (sid/hn)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/