24.4 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

Pedagang Tunggu Tempati Pasar Winongan, Paguyuban Ingin Tambah Fasilitas

WINONGAN, Radar Bromo – Pembangunan gedung baru Pasar Winongan sejatinya berakhir pada 2021. Tetapi, sampai sekarang, pasar yang dibangun dengan dana program Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Perindustrian dan Perdagangan (Kemenperindag) itu tak kunjung dimanfaatkan. Pedagang menunggu.

Pembangunan Pasar Winongan menelan anggaran Rp 3,7 miliar. Pemkab Pasuruan membangun kios semipermanen dengan dana APBD Rp 200 juta. Para pedagang mengaku ingin segera memanfaatkan bangunan baru itu. Tapi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan belum menyerahkan bangunan untuk ditempati. Pedagang berharap penyerahan segera dilakukan.

”Yang pasti ya pingin segera pindah. Tempat sementara terlalu sempit,” kata SO, 27, seorang pedagang.

Menurut pedagang, penyerahan dari Disperindag itu terkendala fasilitas. Ada pekerjaan yang belum selesai. Salah satunya, pemasangan rolling door. Biaya pemasangan rolling door ini dibebankan kepada pedagang. Mereka yang ingin memasang ditarik Rp 1,5 juta.

”Saya sudah bayar,” tandasnya.

Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Diano Vella Very mengatakan, sejauh ini, masih ada pembangunan yang belum selesai di Pasar Winongan. Jadi, belum bisa ditempati. Pembangunan itu dilakukan oleh paguyuban pedagang pasar setempat.

“Paguyuban mengajukan izin swadaya guna menambah kenyamanan kios-kios sebagai pemegang hak sewa,” katanya.

WINONGAN, Radar Bromo – Pembangunan gedung baru Pasar Winongan sejatinya berakhir pada 2021. Tetapi, sampai sekarang, pasar yang dibangun dengan dana program Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Perindustrian dan Perdagangan (Kemenperindag) itu tak kunjung dimanfaatkan. Pedagang menunggu.

Pembangunan Pasar Winongan menelan anggaran Rp 3,7 miliar. Pemkab Pasuruan membangun kios semipermanen dengan dana APBD Rp 200 juta. Para pedagang mengaku ingin segera memanfaatkan bangunan baru itu. Tapi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan belum menyerahkan bangunan untuk ditempati. Pedagang berharap penyerahan segera dilakukan.

”Yang pasti ya pingin segera pindah. Tempat sementara terlalu sempit,” kata SO, 27, seorang pedagang.

Menurut pedagang, penyerahan dari Disperindag itu terkendala fasilitas. Ada pekerjaan yang belum selesai. Salah satunya, pemasangan rolling door. Biaya pemasangan rolling door ini dibebankan kepada pedagang. Mereka yang ingin memasang ditarik Rp 1,5 juta.

”Saya sudah bayar,” tandasnya.

Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Diano Vella Very mengatakan, sejauh ini, masih ada pembangunan yang belum selesai di Pasar Winongan. Jadi, belum bisa ditempati. Pembangunan itu dilakukan oleh paguyuban pedagang pasar setempat.

“Paguyuban mengajukan izin swadaya guna menambah kenyamanan kios-kios sebagai pemegang hak sewa,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/