28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Pemkot Pasuruan Kembali Lelang Amdal Lahan JLU Ketiga Kalinya

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan kembali membuka lelang pengadaan dokumen analisis dampak lingkungan (amdal) untuk pengadaan lahan JLU. Lelang sengaja dilakukan awal tahun agar bisa segera dikerjakan.

Lelang pengadaan dokumen amdal ini penting dilakukan. Sebab, menjadi salah satu dari tiga syarat dalam mengajukan penetapan lokasi (penlok) trase.

Saat ini, pengajuan penlok tak kunjung bisa dilakukan. Sebab, belum ada dokumen amdal. Akibatnya, pembebasan lahan untuk JLU juga tak kunjung selesai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Gustap Purwoko menjelaskan, ada beberapa dokumen yang harus dipenuhi sebagai syarat untuk mengajukan penlok. Di antaranya, dokumen kajian analisis dampak lalu lintas (andalalin), amdal, dan studi kelayakan lokasi.

Baca Juga:  Baru Kota Pasuruan Capai UHC, Sudah 95 Persen Warganya Tercover BPJS Kesehatan

Masalahnya, baru dokumen andalalin dan studi kelayakan yang dimiliki Pemkot Pasuruan. Sementara dokumen amdal belum ada.

Semestinya pekerjaan rumah itu bisa diselesaikan tahun lalu. Namun, penyusunan dokumen amdal ternyata cukup memakan waktu.

Dinas PUPR Kota Pasuruan sempat mengajukan lelang pengadaan dokumen amdal. Bahkan, sampai dua kali. Namun, proses lelang gagal karena tidak ada dokumen penawaran yang masuk.

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan kembali membuka lelang pengadaan dokumen analisis dampak lingkungan (amdal) untuk pengadaan lahan JLU. Lelang sengaja dilakukan awal tahun agar bisa segera dikerjakan.

Lelang pengadaan dokumen amdal ini penting dilakukan. Sebab, menjadi salah satu dari tiga syarat dalam mengajukan penetapan lokasi (penlok) trase.

Saat ini, pengajuan penlok tak kunjung bisa dilakukan. Sebab, belum ada dokumen amdal. Akibatnya, pembebasan lahan untuk JLU juga tak kunjung selesai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Gustap Purwoko menjelaskan, ada beberapa dokumen yang harus dipenuhi sebagai syarat untuk mengajukan penlok. Di antaranya, dokumen kajian analisis dampak lalu lintas (andalalin), amdal, dan studi kelayakan lokasi.

Baca Juga:  Cari Kroto, Warga Galih Pasrepan Terseret Arus Sungai

Masalahnya, baru dokumen andalalin dan studi kelayakan yang dimiliki Pemkot Pasuruan. Sementara dokumen amdal belum ada.

Semestinya pekerjaan rumah itu bisa diselesaikan tahun lalu. Namun, penyusunan dokumen amdal ternyata cukup memakan waktu.

Dinas PUPR Kota Pasuruan sempat mengajukan lelang pengadaan dokumen amdal. Bahkan, sampai dua kali. Namun, proses lelang gagal karena tidak ada dokumen penawaran yang masuk.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru