28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Selama 2022, Banjir Sudah 24 Kali Terjadi di Kota Pasuruan

PASURUAN, Radar Bromo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan mengingatkan warga wilayah Madinah van Java ini agar tetap waspada pada bahaya banjir. Terutama, penduduk yang tinggal di Kecamatan Purworejo, Gadingrejo, dan Bugul Kidul.

”Wilayah itu dilewati tiga sungai. Sungai Petung, Sungai Gembong, dan Sungai Welang. Ini yang sering terdampak banjir,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kota Pasuruan Syamsul Hadi.

Selama 2022 ini, dia mencatat 24 kali insiden banjir antara Januari hingga November. Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Bencana banjir itu sebagian besar terjadi pada Januari, Februari, dan Maret. Sebab, tiga bulan itu masuk musim hujan. Namun, pada November ini, banjir juga terjadi satu kali.

Baca Juga:  Cari Kroto, Warga Galih Pasrepan Terseret Arus Sungai

Dia menyebutkan, Sungai Petung sering mengakibatkan banjir di wilayah Kelurahan Bakalan, Blandongan, Tapaan, dan Kepel. Sungai Gembong meliputi Kelurahan Pohjentrek, Purut, Purworejo, Tamanan, Kebonsari, Pekuncen, dan Kandangsapi. Dan, untuk Sungai Welang, ada tiga kelurhan yang sering kebanjiran, yaitu Karangketuk, Randusari, serta Krapyak.

“Alhamdulillah untuk yang Welang, 2020 lalu ada normalisasi. Itu sedikit mengurangi debit air yang menggenang ke permukiman. Tahun ini yang Sungai Petung dinormalisasi. Semoga berdampak,” tuturnya.

Seperti halnya di kabupaten, Pemkot Pasuruan juga telah menerbitkan surat edaran status siaga darurat bencana banjir, puting beliung, dan rob. SE itu langsung ditandatangani Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu berhati-hati,” tutur Syamsul.

Baca Juga:  Dua Desa di Pohjentrek dan Kraton Direndam Banjir

PASURUAN, Radar Bromo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan mengingatkan warga wilayah Madinah van Java ini agar tetap waspada pada bahaya banjir. Terutama, penduduk yang tinggal di Kecamatan Purworejo, Gadingrejo, dan Bugul Kidul.

”Wilayah itu dilewati tiga sungai. Sungai Petung, Sungai Gembong, dan Sungai Welang. Ini yang sering terdampak banjir,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kota Pasuruan Syamsul Hadi.

Selama 2022 ini, dia mencatat 24 kali insiden banjir antara Januari hingga November. Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Bencana banjir itu sebagian besar terjadi pada Januari, Februari, dan Maret. Sebab, tiga bulan itu masuk musim hujan. Namun, pada November ini, banjir juga terjadi satu kali.

Baca Juga:  Antisipasi Luapan Kali Petung, Keruk Sungai di Bawah Buk Wedi

Dia menyebutkan, Sungai Petung sering mengakibatkan banjir di wilayah Kelurahan Bakalan, Blandongan, Tapaan, dan Kepel. Sungai Gembong meliputi Kelurahan Pohjentrek, Purut, Purworejo, Tamanan, Kebonsari, Pekuncen, dan Kandangsapi. Dan, untuk Sungai Welang, ada tiga kelurhan yang sering kebanjiran, yaitu Karangketuk, Randusari, serta Krapyak.

“Alhamdulillah untuk yang Welang, 2020 lalu ada normalisasi. Itu sedikit mengurangi debit air yang menggenang ke permukiman. Tahun ini yang Sungai Petung dinormalisasi. Semoga berdampak,” tuturnya.

Seperti halnya di kabupaten, Pemkot Pasuruan juga telah menerbitkan surat edaran status siaga darurat bencana banjir, puting beliung, dan rob. SE itu langsung ditandatangani Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu berhati-hati,” tutur Syamsul.

Baca Juga:  Evakuasi Pohon Sukun Tumbang di Sungai Petung untuk Cegah Banjir

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru