31.4 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Sehari Bisa Angkut Satu Pikap Sampah di Pelabuhan Pasuruan

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Kesadaran warga kota untuk menjaga kebersihan lingkungan masih patut dipertanyakan. Terutama di aliran sungai Gembong. Betapa tidak, sampah-sampah yang akhirnya bermuara di kawasan pelabuhan berserakan.

Kondisi itu akhirnya membuat petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) harus bekerja ekstra. Bayangkan saja, hampir setiap hari selalu didapati berbagai jenis sampah yang terbawa arus laut. Bila dibiarkan, sampah-sampah itu bakal mengancam kelestarian bahari.

Kepala Dinas PUPR Gustap Purwoko mengaku sepanjang aliran sungai Gembong di kawasan pelabuhan memang menjadi titik utama penyisiran sampah. Setiap hari, dinasnya menurunkan tim untuk membersihkan sampah-sampah yang ada. Namun kondisi itu selalu berulang. ”Pagi hari dibersihkan, besoknya sudah banyak lagi,” kata Gustap.

Namun, berdasarkan pengamatannya, sampah-sampah itu ditengarai dibuang dari sekitar jembatan pelabuhan. Sebab di sisi selatan jembatan, aluran sungai terbilang selalu bersih. Sampah-sampah baru ditemukan di sisi utara jembatan. Ia berharap masyarakat menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan

”Caranya ya tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi ke sungai yang nantinya bermuara ke laut,” ujar Gustap.

Terlebih, tim yang biasanya membersihkan sampah di sungai Gembong pelabuhan juga terbatas. Mereka terdiri dari 12 personel. Dan yang ditangani bukan hanya aliran sungai Gembong saja. Tetapi juga sungai-sungai lain. Termasuk saluran drainase yang tersumbat akibat tumpukan sampah.

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Kesadaran warga kota untuk menjaga kebersihan lingkungan masih patut dipertanyakan. Terutama di aliran sungai Gembong. Betapa tidak, sampah-sampah yang akhirnya bermuara di kawasan pelabuhan berserakan.

Kondisi itu akhirnya membuat petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) harus bekerja ekstra. Bayangkan saja, hampir setiap hari selalu didapati berbagai jenis sampah yang terbawa arus laut. Bila dibiarkan, sampah-sampah itu bakal mengancam kelestarian bahari.

Kepala Dinas PUPR Gustap Purwoko mengaku sepanjang aliran sungai Gembong di kawasan pelabuhan memang menjadi titik utama penyisiran sampah. Setiap hari, dinasnya menurunkan tim untuk membersihkan sampah-sampah yang ada. Namun kondisi itu selalu berulang. ”Pagi hari dibersihkan, besoknya sudah banyak lagi,” kata Gustap.

Namun, berdasarkan pengamatannya, sampah-sampah itu ditengarai dibuang dari sekitar jembatan pelabuhan. Sebab di sisi selatan jembatan, aluran sungai terbilang selalu bersih. Sampah-sampah baru ditemukan di sisi utara jembatan. Ia berharap masyarakat menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan

”Caranya ya tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi ke sungai yang nantinya bermuara ke laut,” ujar Gustap.

Terlebih, tim yang biasanya membersihkan sampah di sungai Gembong pelabuhan juga terbatas. Mereka terdiri dari 12 personel. Dan yang ditangani bukan hanya aliran sungai Gembong saja. Tetapi juga sungai-sungai lain. Termasuk saluran drainase yang tersumbat akibat tumpukan sampah.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/