28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Tempat Ibadah yang Dihentikan Pernah Ditegur BKAG, Awalnya Izin Gedung

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Langkah Trivena, menjadikan rumahnya sebagai tempat ibadah dipastikan tidak berizin. Bahkan, sebelumnya sudah mendapat teguran dari pengurus Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Kota Pasuruan.

Namun, warga RT 2/RW 3, Kelurahan Pekuncen, Kota Pasuruan, itu nekat. Tetap mendirikan rumah ibadah. Serta, memilih langsung mengurus izin ke Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Timur.

Sekretaris BKAG Kota Pasuruan Subowo Abednego mengaku sudah menyampaikan kepada Trivena untuk mengurus izin sesuai prosedur. Melalui RT/RW dan pemerintah kelurahan. Serta, meminta persetujuan warga sekitar agar tidak terjadi perselisihan.

Tak Sesuai IMB, Satpol PP Kota Pasuruan Hentikan Pembangunan Rumah Ibadah

Di Kota Pasuruan, kata Subowo, sudah ada 12 gereja dengan aliran masing-masing. Melihat jumlah itu, tidak perlu ditambah. Sebab, tidak mungkin acara-acara akan diselenggarakan di permukiman warga. Melainkan di gereja.

Baca Juga:  KPU: Pemkot Pasuruan Boleh Mutasi Jabatan, Asal Ada Izin Mendagri

“Sudah berkali-kali disarankan (tidak mendirikan rumah ibadah), tapi tetap mendirikannya. Maka, kami meminta tokoh masyarakat supaya menekannya agar prosedurnya dilalui. Jadi, tujuan pembangunan itu jelas,” katanya.

Dengan begitu, dalam prosedur ini terstruktur baik. Baik dari izin bangunan maupun izin tanahnya. Jika bermasalah seperti saat ini, kata Subowo, akan menimbulkan prasangka kurang baik di masyarakat. “Seharusnya pihak berwajib memanggilnya, agar jelas bagaimana mestinya,” katanya.

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Langkah Trivena, menjadikan rumahnya sebagai tempat ibadah dipastikan tidak berizin. Bahkan, sebelumnya sudah mendapat teguran dari pengurus Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Kota Pasuruan.

Namun, warga RT 2/RW 3, Kelurahan Pekuncen, Kota Pasuruan, itu nekat. Tetap mendirikan rumah ibadah. Serta, memilih langsung mengurus izin ke Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Timur.

Sekretaris BKAG Kota Pasuruan Subowo Abednego mengaku sudah menyampaikan kepada Trivena untuk mengurus izin sesuai prosedur. Melalui RT/RW dan pemerintah kelurahan. Serta, meminta persetujuan warga sekitar agar tidak terjadi perselisihan.

Tak Sesuai IMB, Satpol PP Kota Pasuruan Hentikan Pembangunan Rumah Ibadah

Di Kota Pasuruan, kata Subowo, sudah ada 12 gereja dengan aliran masing-masing. Melihat jumlah itu, tidak perlu ditambah. Sebab, tidak mungkin acara-acara akan diselenggarakan di permukiman warga. Melainkan di gereja.

Baca Juga:  Waduh, 19 Pegawai Disdukcapil Kota Pasuruan Positif

“Sudah berkali-kali disarankan (tidak mendirikan rumah ibadah), tapi tetap mendirikannya. Maka, kami meminta tokoh masyarakat supaya menekannya agar prosedurnya dilalui. Jadi, tujuan pembangunan itu jelas,” katanya.

Dengan begitu, dalam prosedur ini terstruktur baik. Baik dari izin bangunan maupun izin tanahnya. Jika bermasalah seperti saat ini, kata Subowo, akan menimbulkan prasangka kurang baik di masyarakat. “Seharusnya pihak berwajib memanggilnya, agar jelas bagaimana mestinya,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru