28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Perbaikan Longsor di Tosari dan Puspo Terhambat Kendala Ini

PASURUAN, Radar Bromo – Perbaikan lokasi longsor di Kecamatan Tosari dan Puspo tidak sesuai target waktu. Sebab, hingga menjelang 3 bulan berjalan, progres pengerjaan masih 30 persen.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPT PJJ Probolinggo Wilayah Pasuruan Rino Wahyu mengatakan, proyek perbaikan lokasi longsor itu sebenarnya ditarget selesai dalam 4 bulan. Tapi, hampir 3 bulan ini, progres masih sekitar 30 persen.

”Masih telat. Sekarang seharusnya dapat 50 sampai 60 persen pengerjaannya,” ungkapnya.

Menurut Rino, ada dua kendala di lapangan. Pertama, cuaca yang hampir setiap hari hujan. Hambatan itu mengakibatkan pengerjaan melambat. Sebab, ketika hujan, para pekerja berhenti.

Hambatan kedua, material tidak bisa dibawa ke lokasi secara sekaligus. Medan yang dilalui kendaraan cukup berbahaya untuk mengangkut muatan banyak. ”Harus pelan-pelan memang. Jadi itu kendalanya. Nanti akan kami evaluasi,” tandasnya.

Baca Juga:  Dishub Pastikan Tak Tambah Anggaran Pemeliharan Traffic Light

Rino meminta kontraktor pelaksana bekerja lebih ekstra lagi. Misalnya, menambah pekerja demi mengejar ketertinggalan. Sebab, waktu pengerjaan juga tinggal sebulan. Proyek tersebut harus selesai pada 22 Desember.

”Kalau regulasinya memang ada untuk waktu perpanjangan. Tapi, kan ini akhir tahun ya. Laporan keuangan harus selesai sebelum akhir tahun,” jelasnya.

PASURUAN, Radar Bromo – Perbaikan lokasi longsor di Kecamatan Tosari dan Puspo tidak sesuai target waktu. Sebab, hingga menjelang 3 bulan berjalan, progres pengerjaan masih 30 persen.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPT PJJ Probolinggo Wilayah Pasuruan Rino Wahyu mengatakan, proyek perbaikan lokasi longsor itu sebenarnya ditarget selesai dalam 4 bulan. Tapi, hampir 3 bulan ini, progres masih sekitar 30 persen.

”Masih telat. Sekarang seharusnya dapat 50 sampai 60 persen pengerjaannya,” ungkapnya.

Menurut Rino, ada dua kendala di lapangan. Pertama, cuaca yang hampir setiap hari hujan. Hambatan itu mengakibatkan pengerjaan melambat. Sebab, ketika hujan, para pekerja berhenti.

Hambatan kedua, material tidak bisa dibawa ke lokasi secara sekaligus. Medan yang dilalui kendaraan cukup berbahaya untuk mengangkut muatan banyak. ”Harus pelan-pelan memang. Jadi itu kendalanya. Nanti akan kami evaluasi,” tandasnya.

Baca Juga:  Baru Satu Rumah Sakit Rujukan di Kota Pasuruan, Waktunya Ditambah

Rino meminta kontraktor pelaksana bekerja lebih ekstra lagi. Misalnya, menambah pekerja demi mengejar ketertinggalan. Sebab, waktu pengerjaan juga tinggal sebulan. Proyek tersebut harus selesai pada 22 Desember.

”Kalau regulasinya memang ada untuk waktu perpanjangan. Tapi, kan ini akhir tahun ya. Laporan keuangan harus selesai sebelum akhir tahun,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru